Sulistiyowati, MM : Tanah Sampit Harus Masuk PAD

0

BANYUWANGI, N.id – Camat Wongaorejo Kabupaten Banyuwangi Jawa Timur, perintahkan Kepala Desa Bengakak Kecamatan Wongsorejo Banyuwangi untuk mengelolah tanah negara sebagai Pendapatan Aset Desa (PAD, red ).

Saat ditemui di ruang kerjanya Sulistiyowati, MM selaku camat Wongsorejo Kabupaten Banyuwangi membenarkan, bahwa tanah negara yang ada di wilayah Desa Bengkak agar dikelolah dengan baik sebagai aset Desa, akan tetapi tanah tersebut bukan tanah Bengkok Desa.

“Oleh karenanya saya berharap kepada Kepala Desa Bengkak harus transparan atas hasil pengelolahan tanah negara tersebut. Bila tanah tersebut desewakan maka semua hasil penyewaannya masuk pada pendapatan aset desa dan tidak diperuntukkan kepentingan pribadi”, terangnya kepada independennews.id pagi tadi Senin 8 Juni 2020.

Tanah yang berada di dusun Possumur Desa Bengkak merupakan tanah negara yang diperuntukkan pengungsi sampit. Beberapa tahun lalu merupakan tanah negara, agar tidak terjadi sabotase oleh oknum dan masyarakat, maka pihak kecamatan perintahkan Kepala Desa untuk mengelolah.

“Untuk itu apapun yang ada di atas tanah tersebu dan membuahkan hasil, semua hasil tersebut itu masuk kas desa, termasuk atas penjulan kayu di atasnya”, tambah Camat.

Lebih lanjut disampaikan, sepanjang pemotongan kayu di atas tanah tersebut untuk meningkatkan produktifitas hasil pertanian tidak masalah.

“Sepanjang tanah itu semakin produktif bila pohon itu ditebang maka tidak masalah, namun sekali lagi keuangan hasil dari penjulan tersebut masuk pada Pendapatan Aset Desa”, tambahnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here