Bagaimana Cara Menjaga Hubungan dengan Pemasok

2
Diasuh oleh : Sutomo Asngadi, SS, MM (Consultant/Executive Trainer Logistics, Export Import dan Procurement/Purchasing Management, Public and In-House Training)

EXPORT IMPORT, IN.ID – Dari satu perusahaan ke perusahaan lainya, juga dari industri satu ke industri lainnya, cara pandang dan pengelolaan hubungan dengan pemasok secara berbeda. Hal ini sangat dipengaruhi oleh positioning, style dan kebijaksanaan dari suatu organisasi perusahaan.

Pada tingkat paling mendasar, pemasok dianggap transaksional. Artinya, perusahaan berhubungan dengan pemasok hanya dengan melakukan kegiatan menegosiasikan harga, persyaratannya apa, melakukan pemesanan barang, dan proses selanjutnya pemasok menerima order dan segera melakukan pengiriman barang yang dipesan perusahaan. Dalam proses ini perusahaan tidak melakukan upaya untuk mengembangkan hubungan atau kemitraan dalam bentuk apa pun dengan pemasok karena tujuan perusahaan hanyalah sekedar hubungan transaksional.

Pada tingkat strategis, posisi pemasok lebih dihargai, diistimewakan. Metode hubungan pemasuk secara transaksional dan proses aktifitasnya sudah menjadi suatu ketetapan perusahaan. Sehingga pemasok yang dipilih biasanya diberi penghargaan bisnis yang istimewa dan khusus. Mengapa pemasok istimewa ini mendapat fasilitas khusus dan instimewa??. Karena perusahaan merasa mendapatkan benefits dari pemasok istimewa ini. Oleh karena itu pemasok istimewa inilah posisinya sangat setrategis di mata perusahaan. Pemasok strategis inilah hubungan dengan perusahaan terjalin sangat kuat. Dan, pemasok strategis ini berkontribusi sangat besar kepada perusahaan. Maka kepada pemasok strategis inilah harus ada tingkat kolaborasi, sinkronisasi, dan pengembangan berkelanjutan secara positif untuk kemajuan bersama. Dan kepentingan masing masing akan menguntungkan kedua belah pihak.

Di lapangan, hubungan perusahaan dengan pemasok grafiknya bisa bergerak naik atau turun. Secara skema kelompok pemasok dapat dipetakan sebagai berikut; 1)Pemasok baru ingin menjadi pemasok terpilih. 2) Pemasok terpilih ingin menjadi pemasok strategis. Dan 3) pemasok strategis ingin tetap di puncak gunung. Namun sebaliknya, perilaku pemasok dapat berubah sebaliknya juga. Pemasok bisa turun derajat, turun gunung dan bahkan berhenti menjadi pemasok.

Kiranya beberapa hal dibawah ini bisa melanggengkan hubungan perusahaan dengan pemasok strategis agar lebih efektif, antara lain dengan cara;
1. Memiliki rencana nyata untuk memajukan pemasok secara terus menerus untuk menjaga hubungan dengan pemasok. Harus ada personal khusus untuk menjaga hubungan dengan pemasok kategori transaksional, terpilih maupun, Strategis.
2. Harus ada roadmap pengembangan strategis dan ada hubungan komunikasi untuk setiap pemasok terpilih dan strategis
3. Tim penghubung harus memiliki pemahaman menyeluruh tentang organisasi perusahaan pemasok.
4. Adanya serangkaian metrik standar dan sistem penilaian yang jelas yang bisa mengukur dan melacak kinerja dan hubungan dengan pemasok
5. Proses tata kelola perlu dilakukan untuk memastikan hubungan dan kinerja dikelola secara proaktif, tidak dibuat-buat. Perusahaan harus mengenali pemasok secara nyata.
6. Mendapatkan komitmen dari pemasok untuk berkontribusi memajukan kinerja perusahaan. Tentu saja, Perusahaan juga berkomitmen dan berkontribusi dan untuk memajukan kinerja pemasok.
7. Pastinya, ada banyak calon pemasok akan masuk ke perusahaan. Ada banyak proyek bisnis yang bisa diperebutkan dan dalam situasi ini, beberapa personel mungkin tergoda oleh suap dan membatalkan perlakuan pemasok sebagai pemasok strategis/istimewa maka penerapkan kode etik, code of conduct, objektivitas perusahaan menjaga integritas harus dilakuakn dan selalu dijaga.
8. Memasukkan kategori pemasok strategis karena alasan yang salah, tidak adanya integritas bisa merusak aturan hubungan dengan pemasok baik secara internal dan eksternal perusahaan.
9. Kategori pemasok strategis tentu tidak selamanya disana. Agar selalu dalam level pemasok strategis maka peasok harus membuktikan dengan angka penilaian yang baik dan benar bahwa pemasok strategis memang sanggup memenuhi komitmen yang dipersyaratkan perusahaan.
10. Perusahaan tidak bisa berharap menjadi hubungan sepihak saja. Di mana perusahaan hanya mendapatkan manfaatnya. Jika perusahaan ingin pemasok berkontribusi untuk kesuksesan perusahaan, maka perusahaan harus berkontribusi untuk kesuksesan pemasok juga.
11. Hubungan yang solid jangan disalahgunakan. Karena hubungan yang solid biasanya akan selalu membantu perusahaan melewati situasi sulit. Tetapi jika perusahaan menggunakan secara berlebihan, atau mungkin mengabaikan hubungan dengan pemasok secara fair dan jujur maka hal itu bisa akan membahayakan kelangsungan hubungan tersebut di masa depannya. Perusahaan harus secara teratur berkomunikasi dan memperhatikan pemasok.

2 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here