Dugaan Manipulasi Informasi Kepemilikan Saham Pemkab Banyuwangi di PT Merdeka Copper Tbk

0
Foto : Heru Pratista, SE (tengah)

BANYUWANGI, IN.ID – Lembaga Forum Pondok Bahagia menyikapi tuntutan pelepasan kepemilikan saham Pemkab (Pemerintah Kabupaten) Banyuwangi di PT Merdeka Copper Gold Tbk. (PT MCG) oleh DPRD BANYUWANGI dan perwakilan
beberapa organisasi agama (PCNU, MUI dan BAMAG).

Kami Forum Pondok Bahagia, mewakili kepentingan masyarakat pada umumnya, mempertanyakan urgensi dan argumentasi usulan terkait, Jumat (19/06/2020).

“Mengingat saham tersebut merupakan investasi rakyat dan bentuk keikhlasan mereka, atas terganggunya habitat alam dan sosial di Bukit Tumpang Pitu beserta lingkungan sekitarnya.”

Untuk kurun waktu selama operasi pertambangan berlangsung, atau diprediksi hingga 60 tahun berikut jika dilakukan pemulihan.

Selanjutnya, dalam penelitian dan penyelidikan yang dilakukan Forum Pondok Bahagia, justru ditemukan beberapa kejanggalan dalam proses hibah saham PT MCG (sebelumnya bernama PT Merdeka
Serasi Jaya) kepada Pemkab Banyuwangi.

Apa yang Bupati Banyuwangi sampaikan bahwa Pemkab Banyuwangi menerima Golden Share (saham istimewa) yang diberikan secara hibah sebesar 10% Non
Dilusi dari seluruh modal PT MCG, dalam temuan kami tidaklah benar seluruhnya.
Selain fakta saat ini saham Pemkab Banyuwangi semakin tergerus hingga pada angka 5,23%, menurut skema kami dalam beberapa tahun ke depan hingga selesainya operasi produksi, saham Pemkab
Banyuwangi akan tersisa sekitar 2% saja.

Bahkan bisa mencapai titik 0 (nol) sekian persen jika PT MCG secara bertahap terus menambahkan nilai modal dasarnya, dan modal disetor hingga terpenuhinya
modal dasar.

Dampak lain atas terdilusinya saham Pemkab Banyuwangi dari 10% menjadi 5,23% saat ini, adalah timbulnya kerugian materi dan non materi. Secara materi Pemkab Banyuwangi mengalami
opportunity loss (hilangnya keuntungan) sebesar 4,77%, atau jika dikonversi harga saham hari ini setara hampir 1,4 Triliun Rupiah.

Pada dampak non materi Pemkab Banyuwangi akan kehilangan hak istimewa
di antara pemegang saham utama PT MCG, sebagaimana diatur dalam Anggaran Dasar PT MCG.

Kemungkinan selanjutnya akan menempatkan Pemkab Banyuwangi hanya setara para pemegang saham ritel. Yakni para pemain saham skala kecil, bukan bagian penentu kebijakan perusahaan.

Semua fakta dan skema dampaknya dalam hipotesa kami, diduga telah diketahui oleh Bupati Banyuwangi bahkan sebelum dilakukannya IPO (Penawaran Perdana Saham) PT MCG menjadi public
company, sebagaimana Pendapat Dari Segi Hukum Atas Perseroan dalam rangka Penawaran Umum Saham Perdana, yang disusun oleh Konsultan Hukum Assegaf Hamzah & Partners tertanggal 8 Juni 201.

Heru Pratista, SE Sekretariat : Jalan Mendut XIII/13 Banyuwangi 68416 H a l a m a n 2 | 2
Karenanya, Forum Pondok Bahagia berdasarkan fakta-fakta yang ada dan dasar-dasar regulasi yang mendukung hipotesa, telah mengajukan permohonan dengar pendapat ke DPRD sejak tanggal 10
Juni 2020, yang diantara agendanya adalah mendesak :
1. DPRD dan Bupati Banyuwangi untuk TIDAK MENJUAL sebagian maupun seluruh
kepemilikan saham Pemkab Banyuwangi di PT Merdeka Copper Gold Tbk.
2. DPRD Banyuwangi untuk MELAKUKAN PENYELIDIKAN secara komprehensif dan yuridis atas Perjanjian hibah saham 10% non dilusi hingga menjadi terdilusi.
3. Bupati Banyuwangi untuk SECARA TERBUKA MEMPERTANGGUNGJAWABKAN semua pernyataan (statement) Saham Hibah Golden Share 10% Non Dilusi di banyak media. Namun kenyataan hari ini tidak sesuai Fakta hingga berdampak timbulnya potensi nilai kerugian
setara hampir 1,4 Trilliun rupiah, yang seharusnya didapatkan oleh Rakyat Banyuwangi.
4. DPRD dan Bupati Banyuwangi untuk melakukan upaya-upaya kepada PT Merdeka Copper Gold Tbk., sehingga rakyat dapat menikmati secara nyata investasi mereka yang diwakili Pemkab Banyuwangi sesuai yang pernah disampaikan Bupati berupa Saham Hibah Golden Share 10% Non Dilusi. ulas Heru.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here