Bupati Sumenep Apresiasi Inovasi Pertanian Hidroponik Jadi Solusi Masa Depan

SUMENEP | IndependentNews.id | Dalam rangka meningkatkan ketahanan pangan dalam menghadapi tantangan perubahan iklim dan berkurangnya lahan produktif. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep mulai mentransformasi dengan memanfaatkan tekhnologi. Strategi tersebut dinilai sebagai langkah positif dalam meningkatkan ketahanan pangan dan dapat menciptakan pertumbuhan ekonomi baru.

Bupati Sumenep Dr. Achmad Fauzi Wongsojudo, SH, MH didampingi Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Sumenep, Hainur Rasyid mengapresiasi saat meninjau kebun Hidroponik IRA Farm di Desa Ketawang Laok, Kecamatan Ganding  Sumenep.

Bacaan Lainnya

Menurut Bupati Fauzi, apabila ingin meningkatkan ketahanan pangan dimasa depan, tidak lagi hanya memanfaatkan pola budidaya konvensional. Karena untuk meningkatkan nilai tambah bagi petani sudah saatnya untuk berinovasi dan digitalisasi serta dengan memanfaatkan tekhnologi.

“Dalam meningkatkan Ketahanan pangan harus dimulai dari langkah nyata. Saya hari ini meninjau Kebun Hidroponik IRA Farm di Desa Ketawang Laok yang menunjukkan bahwa pertanian modern mampu menghasilkan produk yang berkualitas sekaligus membuka peluang ekonomi bagi masyarakat,” ungkap Bupati pada Selasa (21/7).

Bupati Fauzi melanjutkan, bahwa keberhasilan IRA Farm adalah langkah  nyata untuk mendapatkan hasil komoditas hortikultura dengan kualitas tinggi dan tentunya tidak lagi ketergantungan pada lahan yang luas. Model pertanian dengan pola hidroponik dapat menjawab tantangan keterbatasan lahan dan perubahan iklim, sehingga dapat juga menghasilkan pertanian yang efisien dan produktif.

Bupati mengatakan, bahwa Pemkab Sumenep akan terus mendorong melalui program pendampingan,  edukasi, peningkatan kualitas para petani melaui kerjasama dengan pelaku usaha dan kelompok tani, sehingga dapat melahirkan inovasi baru.

“Saya berharap, semoga semakin banyak inovasi baru seperti ini tumbuh di Kabuoatb Sumenep sehingga sektor pertanian kita semakin maju, mandiri, dan memiliki daya saing,” terangasnya.

Lanjut Bupati lagi, bahwa untuk meningkatkan pertanian modern tidak lagi hanya menargetkan hasil produksi. Akan tetapi diharapkan juga dapat menciptakan peluang usaha baru, utamanya pada generasi muda yang mulai tertarik untuk mengembangkan pertanian yang berbasis tekhnologi.

“Maka Pemerintah Kabupaten Sumenep takan erus mendorong perubahan paradigma pembangunan pertanian, dari sekadar mengejar hasil panen menuju sistem produksi yang lebih efisien, berkelanjutan, dan memiliki daya saing di pasar,” ujarnya lagi.

Sementara menurut Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Hainur Rasyid mengatakan, bahwa pemanfaatkan tekhnologi pertanian merupakan hal penting untuk mengoptimalkan ketahanan  pangan pada saat menghadapi perubahan iklim dan ditambah menyempitnya lahan pertanian yang produktif. Dengan eksistensi IRA Farm  adalah salah satu contoh metode hidroponik yang dapat menghasilkan sayuran berkualitas tinggi dan nilai ekonomi kompetitif dengan pengelolaan pertanian modern yang berkelanjutan.

“Kami DKPP mendorong agar usaha seperti ini terus dikembangkan. Hidroponik mampu menghasilkan panen yang lebih optimal, berkualitas, dan berkelanjutan jika dikelola dengan baik,” terang Hainur Rasyid.

Harapan Hainur Rasyid, nantinya akan semakin banyak kelompok tani, pelaku UMKM, ataupun para generasi muda yang dapat memanfaatkan tekhnologi pertanian menjadi peluang usaha baru yang dapat menunjang ketahanan pangan.

Dengan adanya IRA Farm merupakan strategi pengembangan model pertanian modern yang dapat diimplementasikan di berbagai wilayah Sumenep. Pemkab Sumenep optimis transformasi pertanian yang berbasis inovasi akan merningkatkan kemandirian pangan, daya saing produk lokal dan tentunya akan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. (Ainul H)

Pos terkait