Denggungan Boyolali Berbagi untuk Korban Semeru

  • Whatsapp

BOYOLALI, IN.ID | Relawan Denggungan, Banyudono Boyolali Jawa Tengah bertolak ke Lumajang, Selasa (14/12/202) pukul 16.00. Penggalangan dana dari Karang Taruna sedesa Denggungan Banyudono, Boyolali – Jawa Tengah dan dibantu para relawan yang ada. Serta diketuai bapak Bambang Sugiharto dalam pengumpulan donasi dan penyaluran donasi ke korban Semeru Lumajang Jawa Timur.

Dengan kekompakan antara ketua Karang Taruna RT sedesa Denggungan dan dibantu para relawan mendatangi warga dengan door to door ke seluruh rumah warga untuk mengumpulkan donasi.

Bacaan Lainnya

Donasi juga datang dari warga Muhammadiyah Banyudono 5 kwintal beras, dari dokter Muwardi obat- obatan serta dari RCB (Relawan Colomadu Bersatu) berupa sarung dan perlengkapan ibadah. Tentunya semua itu atas ijin kepala desa Denggungan Bapak Junaedi, SE.

Bapak Junaedi hanya berpesan, “dalam pengumpulan donasi dengan sewajarnya dan seiklasnya saja biar tidak membebani warganya,” pesannya.

Dalam.kegiatan tersebut juga diseponsori oleh Bapak Sarno SE selaku anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah dari Fraksi PDI P.

Atas kerja keras dari semua unsur yang ada, bisa mewujudkan kepedulian bersama untuk korban erupsi Semeru.

Adapun yg disalurkan ada 200 paket sembako, (beras, gula, mie instan, roti, susu, minyak goreng dan kecap).

Paket perlengkapan keperluan mandi (sabun mandi, sabun cuci, pasta gigi, sikat gigi san sampo) dan juga paket perlengkapan ibadah serta obat-obatan (Vitamin, Paracetamol, Asam Vevenamat, Omevrasole, Antasida dll).

Relawan Denggungan juga berkolaborasi dengan PEDAS (Persatuan Driver Ambulans se-Solo Raya) diwakili satu unit PEKA (Pesawat Kamanungsan) dengan pengurus Ardian. Tim relawan Denggungan yang berangkat ke Semeru Lumajang berjumlah 13 personil.

Semeru sudah lama tidak erupsi dengan skala besar, terakhir tahun 1987. Dan sekarang yang erupsi pada tanggal 4 Desember 2021 dengan korban meninggal sampai saat ini sudah ketemu 45 jiwa.

“Dan erupsi yang paling parah saat dibuatkan rumah kurang lebih 2500 unit. Adapun lokasi perumahan ini milik perhutani desa Penanggal kecamatan Candipuro kabupaten Lumajang Jawa timur,” pungkasnya
(Ryo/Red)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *