Korban PHP TuKin II, Nasib ASN Tidak Ada Kejelasan

  • Whatsapp
Ilustrasi

ACEH TIMUR, IN.ID | Sejak diberitakan beberapa bulan yang lalu di salah satu media online, tentang sedihnya nasib ASN Aceh Timur yang sampai hari ini jadi korban PHP tunjangan kinerja ternyata sampai hari ini masih belum jelas nasibnya.

Pemerintah kabupaten Aceh Timur semakin gencar menegakkan disiplin pegawai negeri sipil di Aceh Timur, demi tercapainya pelayanan yang terbaik bagi masyarakat Aceh Timur yang terkenal dengan sebutan Aceh Timur Bereh. Hal tersebut dilakukan dengan meningkatkan absensi mulai dari sistem sidik jari menjadi scan wajah atau sidik wajah.

Bacaan Lainnya

Salah seorang ASN Aceh Timur mengatakan saat dikonfirmasi oleh awak media, Kamis 3/2/2022. “Penegakan disiplin bagi aparatur negara adalah sebuah kewajaran dan kewajiban bagi kami aparatur sipil negara, tetapi hak kami juga tolong diperhatikan, jangan seperti sapi, susu diperas tapi tak diberi vitamin hanya diberi makan saja mana mungkin sapi tersebut menghasilkan susu terbaiknya,” ungkapnya.

Sejak penghapusan tunjangan jabatan, tunjangan insentif dan uang minum yang digantikan menjadi TuKin alias tunjangan kinerja, malah membuat kami semakin kehilangan hak yang harus kami miliki setiap bulannya.

Hari ini seluruh ASN Aceh Timur selalu menjadi korban Penantian Harapan Palsu (PHP). Bila pemerintah kabupaten Aceh Timur belum mampu menerapkan sistem tunjangan dalam bentuk Tunjangan Kinerja lebih baik kembalikan saja tunjangan kinerja ASN ke sistem semula, yaitu berupa tunjangan jabatan, isentif dan uang minum. Jangan seperti pepatah mengatakan, mengharapkan air hujan, air di tempayan dibuang. Padahal hujan belum jelas datang,” ujarnya.

Pantauan wartawan media ini, beberapa instansi di Aceh Timur, semua ASN mengucapkan hal yang sama bila dikonfirmasi terkait tunjangan kinerja yang merupakan hak bagi mereka.

Informasi yang didapat, pada tahun 2021, ASN Aceh Timur hanya mendapatkan 3 bulan penuh tunjangan kinerja mereka, lalu kemudian dibayar tiga bulan lagi tetapi yang dibayarkan hanya setengah dari tunjangan mereka, sisanya 6 bulan lagi sampai hari ini belum terbayarkan, entah menjadi gelap atau dirapel pada tahun ini.

Kini tahun 2022 sudah memasuki bulan kedua di tahun 2022 ini, tetapi bayangan tunjangan kinerja bagi ASN, sampai hari ini belum terlihat jelas. Bahkan isu kapan dicairkan juga belum terdengar kabarnya. Padahal pemerintahan kabupaten Aceh Timur hanya tinggal menghitung bulan sebelum berakhirnya sisa masa jabatan Bupati dan wakil Bupati kabupaten Aceh Timur periode 2017 – 2022.

Kita berharap dalam tatanan pemerintahan ada balance terhadap apa yang diterapkan. Disiplin sebuah instansi harga mati untuk mencapai kinerja yang baik dan benar bagi sebuah aparatur pemerintahan di suatu daerah. Tetapi hak aparatur pemerintah yang sudah diatur oleh peraturan pemerintah pusat juga perlu diperhatikan, agar tercapai balancing antara hak dan kewajiban.

Legislatif selain mewakili suara rakyat anda juga berhak mengetahui badjet aparatur pemerintah di suatu daerah agar kans anda sebagai pengontrol, perencana dan pengesahan anggaran berjalan dengan baik dan benar. Jangan bersuara hanya untuk kepentingan politik dan saat mau habis masa jabatan saja. Kasihan nasib ASN, bila dibiarkan bukan tidak mungkin akan menurunkan prestasi kinerja para ASN walaupun setiap hari digenjot dan ditekan. Untuk itu ayo sama-sama antara Eksekutif dan Legislatif mencari penyelesaian yang sudah berlarut-larut ini. (Wakdir/Red)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *