Kuatkan P4GN Lapas Cikarang Lakukan Tes Urine

  • Whatsapp

BEKASI, IN.ID – Dalam rangka optimalisasi terhadap upaya pencegahan, Pemberantasan Penyalahgunaan, dan Pengedar Gelap Narkotika (P4GN), Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Cikarang berkoordinasi dengan Badan Narkotika Kabupaten Bekasi (BNK Bekasi) melaksanakan kegiatan tes urine kepada seluruh Petugas dan Warga Binaan
Pemasyarakatan (WBP) yang dipilih secara acak dari seluruh blok hunian Lapas Cikarang.

“Kami berkordinasi dengan badan narkotika Bekasi, melakukan secara acak pegawai dan warga binaan untuk di lakukan tes urine” tutur kalapas kelas IIA Cikarang S.E.G Johannes.

Bacaan Lainnya

Kegiatan dilaksanakan di Aula Gedung 1 Lapas Kelas IIA Cikarang, diawali dengan pengarahan dan penguatan oleh Kepala BNK yang diikuti oleh Pejabat Struktural dan seluruh Petugas Lapas Kelas IIA Cikarang terkait bahaya serta pencegahan terhadap penyalahgunaan narkoba di dalam lingkungan Lapas.

Pada pengarahan tersebut Kepala BNK juga menyampaikan terima kasih atas kerjasama Lapas Cikarang dalam upaya pemberantasan narkoba dan berpesan kepada petugas agar seluruhnya menjauhi narkoba dan hidup sehat.

Kegiatan dilanjutkan dengan pelaksanaan tes urine sesuai dengan data absensi kehadiran yaitu sejumlah 123 pegawai.

Tidak sampai di situ, kegiatan pelaksanaan tes urine juga dilakukan kepada 50 orang Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) yang dipilih secara acak dari seluruh blok hunian
yang dilaksanakan di Poliklinik Lapas Cikarang. Kegiatan tes urine berjalan dengan lancar dengan hasil tes urine dinyatakan seluruh petugas Lapas dan warga binaan negatif dari Narkoba.

Dengan dilaksanakan kegiatan tersebut diharapkan Lapas Kelas IIA Cikarang dapat menjaga stabilitas keamanan dengan cara berupaya penuh untuk memerangi narkoba, serta menjaga integritas petugas dan bersih dari peredaran narkoba, sehingga mewujudkan Zero Halinar pada lingkungan Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Cikarang.

“Kami berharap dengan adanya giat tes urine, lapas kelas IIA Cikarang dapat terbebas dari berbagai jenis narkotika maupun obat terlarang” tegas S.E.G Johannes. (Agus Yusbiyadi / Red)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.