Kader Militan Jokowi (KAMIJO) Desak Pemerintah Bentuk Badan Pangan Nasional

TANGERANG, INDEPENDENTNEWS.ID – Badan Pangan Nasional merupakan amanat UU No. 18 tahun 2012 tentang Pangan yang telah disahkan DPR sejak Oktober 2012. Keberadaan UU tersebut dilatar belakangi oleh carut-marutnya penanganan pangan di negeri ini.

Sejumlah kasus carut marut pangan di negeri ini, diantaranya pada tahun 2015 sempat terjadi kelangkaan bawang putih sehingga memicu kenaikan harga hampir mencapai 3-4 kali lipat sekaligus menjadi penyumbang inflasi terbesar secara nasional pada saat itu.

Lalu tahun 2016, harga daging sapi di beberapa wilayah Tanah Air sempat menembus angka 130 ribu per kg, sampai-sampai pedagang daging yang berada di wilayah Jakarta, Tangerang dan Jawa Barat melakukan mogok berjualan, akibat pembeli yang sepi.

Pada akhir tahun 2017 hingga awal 2018, juga sempat terjadi gejolak harga beras di pasaran yang memaksa pemerintah untuk melakukan impor beras dari Vietnam dan Thailand sebanyak 500 ribu ton. Kebijakan impor beras tersebut merupakan yang pertama kalinya dalam dua tahun terakhir setelah pemerintah terakhir kali membuka keran impor beras pada 2015.

Melihat pada beberapa kasus pangan tersebut, Ketua umum Lembaga Kader Militan Jokowi (Kamijo) Gumilar Abdul Latief memdesak pemerintah untuk segara membentuk lembaga pemerintah yang khusus menangani pangan.

“Kamijo memdesak pemerintah segera membentuk Badan Pangan Nasional berdasarkan amanat undang – undang nomor 18 tahun 2012,” ujar Gumilar. (06/11)

“Dalam pasal 126 UU noor 18 tahun 2012 tersebut berbunyi, “dalam hal mewujudkan kedaulatan pangan, kadirian pangan dan ketahanan pangan nasional, dibentuk lembga pemerintah yang menangani bidang pangan yang berada dibawah dan bertanggung jawab langsung kepada presiden, ” dalam pasal 151 menyebutkan bahwa lembaga pemeritah yang menangani bidang pangan ini telah terbetuk paling lambat 3 (tiga) tahun sejak UU ini disahkan,” ujar ketua Umum di kantor DPP Kamijo.

Lebih lanjut Gumilar memgatakan Badan Pangan Nasional sudah saatnya dibentuk. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here