Media Online Indonesia (MOI) Jawa Timur Merapatkan Barisan Jelang Rakernas

SURABAYA, INDEPENDENTNEWS.ID – Perkumpulan media online nusantara yang biasa disebut MOI (Media Online Indonesia) terutama pengurus DPP dalam menjalankan roda organisasi diharapkan dapat menghargai keberadaan dewan pendiri MOI dan menjunjung tinggi AD/ART yang sudah dilahirkan pada Munas MOI September 2018 tahun lalu.

Demikian salah satu rekomendasi yang ditelurkan oleh Dewan Pengurus Wilayah (DPW) MOI Jatim bersama Dewan Pengurus Cabang (DPC) MOI Kab/Kota dalam rapat koordinasi yang berlangsung 16 Nopember 2019 menjelang rakernas MOI 21 Nopember 2019 di Jakarta.

Seperti diketahui dalam rangka HUT Media Online Indonesia (MOI), pengurus pusat menggelar Rapat Kerja Nasional (Rakernas) I di Covention Hall milik Kementerian Sosial dengan mengundang DPW dan DPC, dalam rakernas tersebut DPP MOI menggelar seminar yang membahas tentang merajalelanya hoax dan radikalisme, bahkan jika peserta rakernas setuju DPP akan mengajak deklarasi menolak hoax dan radikalisme.

Sementara itu, Ketua Dewan Penasehat MOI Provinsi Jawa Timur, Prof.Gempur Santoso, memberikan dua nasehat. Pertama untuk organisasi supaya terus berjalan baik harus menjaga kekompakan. Kedua untuk semua pemilik media online harus selalu menjunjung tinggi Undang Undang Pokok Pers yang lahir tahun 1999.

Dalam rapat yang berlangsung mulai pukul 12.00 hingga pukul 14.30 dikediaman Prof.Gempur Santoso tersebut juga menerima masukkan – masukkan dari para Ketua DPC.

“Saya mengusulkan kepada DPW untuk dibawa ke Rakernas agar ada MoU antara DPP MOI dan PWI Pusat untuk menyelenggarakan UKW di daerah, tujuannya menghemat biaya, sehingga kalau MOI Jatim mau menyelenggarakan UKW, cukup kerjasama dengan PWI Jatim atas dasar sudah ada kerjasama DPP MOI dengan PWI,” ujar Suharto Ketua DPC MOI Pasuruan yang diamini Ketua DPC Mojokerto dan Tuban. (@S)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here