Polres Sumenep Lanjutkan Kasus Dugaan Pemalsuan Data Tanah oleh Mantan Kades Kebunan

  • Whatsapp

SUMENEP, IN.ID | Kasus dugaan pemalsuan surat atas tanah milik Asmawi yang merupakan masyarakat Desa Kebunan, yang mana dugaan pemalsuan surat tersebut diduga dilakukan oleh mantan Kepala Desa Kebunan Abdurrahman yang telah dilaporkan ke Polres Sumenep ternyata terus bergulir, laporan polisi nomor : LP-B/77/III/Res.1.9/2021/RESKRIM/SPKT Polres Sumenep ini ternyata sudah memasuki tahapan pemeriksaan saksi-saksi oleh penyidik.

Saat media ini konfirmasi kepada Asmawi melalui Kuasa Hukumnya, yaitu Ach. Supyadi, SH., MH. diperoleh penjelasan kalau penyidik sudah memeriksa semua saksi yang diajukan pelapor, bahkan penyidik juga sudah melakukan penyitaan terhadap berkas terlapor Abdurrahman yang diajukan sertipikat ke Badan Pertanahan Nasional Kabupaten Sumenep, selain itu penyidik juga sudah memanggil saksi yang disebut oleh terlapor.

Bacaan Lainnya

Saksi pelapor semua sudah diperiksa oleh penyidik, berkas terlapor yang diajukan sertipikat ke BPN sudah disita penyidik, juga saksi yang disebut terlapor sudah dipanggil semua, tapi ada yang tidak hadir,” tutur Supyadi.

Supyadi menambahkan bahwa perkembangan terakhir dari penyidik akan kordinasi sama pimpinan di Polres agar bisa ngundang BPN bagian pengukuran.

“Ya, penyidik akan kordinasi sama pimpinan di Polres agar bisa ngundang BPN bagian pengukuran”, tambah Supyadi.

Sementara itu, saat media ini konfirmasi langsung melalui telpon kepada terlapor Abdurrahman yang pernah menjabat sebagai Kepala Desa Kebunan ia menjawab masih belum tahu perkembangannya.

“Manabi kasusnya yang diadukan Asmawi kan tanahnya sudah habis”, jawab Abdurrahman.

Saat media menanyakan apakah perkaranya tetap berlanjut apa tidak, ia menjawab : “tak oning”.

Disinggung soal pengaruhnya ke Pilkades, Abdurrahman menjawab tetap ada pengaruhnya. “Bede pengaruhnya sakoni’”, ungkap Abdurrahman.

“Mon kaule memang menyerobot atau memalsukan data kan kaule e okom,” jelas Abdurrahman, yang artinya “kalau saya memang menyerobot atau memalsukan kan saya dihukum,” ungkapnya.

Sebelumnya telah beredar informasi bahwa terdapat prahara kasus tanah milik seorang warga Desa Kebunan, Sumenep, Madura, Jawa Timur.

Kasus dugaan pemalsuan data tanah yang diduga dilakukan mantan Kepala Desa Kebunan bernama Abdurrahman, atas dugaan pemalsuan itu kemudian Asmawi, warga Desa Kebunan, Kecamatan Kota, Kabupaten Sumenep melaporkan mantan kepala desanya tersebut atas dugaan pemalsuan dokumen later C untuk tanah waris miliknya. (Mwd/Tim)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *