BANYUWANGI | IndependentNews.id | Bermula dengan adanya penolakan laporan pertanggung jawaban (LPJ, red) oleh perwakilan masyarakat Desa Bengkak Kecamatan Wongsorejo Kabupaten Banyuwangi Jawa Timur, final hari ini Kamis 12 Pebruari 2026 BUMDes Desa Bengkak dibubarkan.
Langkah ini dilakukan sebagai solusi terbaik untuk mengantisipasi adanya tekanan dan emosional masyarakat yang hadir dalam acara musyawarah Desa (Mus Des, red) hari ini.
Musyawarah yang dari awal berjalan dengan baik dan tenang, memanas saat laporan pertanggung jawan ketua BUMDES ditolak, maka situasi memanas dan terjadi debat, oleh karena itu langkah terbaik BUMDES dibubarkan.
“Demi menjaga kondusifitas masyarakat dalam acara Musyawarah Desa yang semakin memanas, maka saya selaku PJ Kepala Desa ambil sikap untuk membubarkan BUMDes”, terang Suryanto Kepala Desa Bengkak kepada IndependentNews.id.
Ditambahkannya, melalui via celulernya menyatakan bahwa kondisi memanas karena penolakan masyarakat terhadap LPJ tersebut.
“Kondisi musyawarah memanas karena ditolaknya LPJ dari Ketua BUMDes, hingga banyak pertanyaan seputar dana yang diterima serta jumlah sapi yang ada”, terang Kepala Desa Bengkak.
Dijelaskannya, sedikitnya dana yang dikelolah oleh BUMDES dari dana desa tahun 2025 sekitar Rp. 240.000.000 yang saat ini sebagian berbentuk barang
“Dari Rp. 247.000.000 berbentuk barang diantaranya, untuk beli sapi sebanyak 7 ekor dan pembangunan kandang sapi, serta oprasional berupa pakan sapi tersebut dan sisa dari belanja tersebut masih disimpan di Bank”, papar Suryanto. (Tim/Red)
Foto : PJ Kepala Desa Bengkak, Kecamatan Wongsorejo Banyuwangi, Suryanto.







