UXLINK Lampaui 10 Juta Pengguna: Tonggak Sejarah dalam Blockchain dan SocialFi

  • Whatsapp

SINGAPURA | IndependentNews.id | UXLINK telah mencapai lebih dari 10 juta pengguna terdaftar, sehingga memperkuat posisinya sebagai yang terdepan dalam blockchain dan SocialFi. Tonggak sejarah yang telah diumumkan di situs web dan Twitter mereka ini menjadikan UXLINK sebagai yang pertama dalam sektor ini yang menjangkau basis pengguna dengan jumlah sebesar itu. Pejabat Teknologi Tertinggi, Bob Ng berbagi wawasan tentang metrik pengguna dan kriteria pengukuran dari platform tersebut.

Menekankan Keterlibatan Pengguna Murni Melalui Lokasi Dompet Digital yang Unik untuk Mendorong Interaksi Sosial yang Sebenarnya

Bacaan Lainnya

Tidak seperti kebanyakan proyek blockchain yang mengukur keberhasilan berdasarkan Lokasi Dompet Digital yang unik, UXLINK memprioritaskan “pengguna terdaftar” untuk mendorong interaksi sosial yang sebenarnya. Pendekatan ini mengatasi dua masalah utama: prevalensi lokasi dompet digital yang tidak valid atau sybil/palsu dan kebutuhan akan koneksi pengguna yang murni. Pendaftaran UXLINK terdiri dari tiga tahap: pendaftaran berbasis undangan, verifikasi interaksi manusia, dan penggunaan produk.

Metode ini menghasilkan jumlah pengguna terdaftar yang kurang dari jumlah lokasi dompet digital yang unik. Saat ini, UXLINK memiliki lebih dari 10 juta pengguna terdaftar yang terhubung ke 15 juta lokasi dompet digital. Tiap pengguna bisa saja memiliki beberapa dompet digital, dan UXLINK menyediakan dompet MPC untuk pengguna Web2 yang beralih ke Web3.

UXLINK menolak akun dengan identitas sybil/palsu dan lokasi dompet digital yang tidak valid untuk menjaga integritas data, sambil tetap menghormati privasi pengguna. Pengguna bisa memiliki dompet digital tanpa akun media sosial, dan UXLINK memastikan mereka menerima layanan yang patut dicontoh. Memfasilitasi pengadopsian massal melalui interaksi sosial tetap menjadi misi UXLINK.

Memahami Pemegang UXUY dan Dinamika Masa Depannya dalam Ekosistem UXLINK

UXLINK memperkenalkan para pemegang UXUY, menyoroti mekanisme skor Proof of Work (POW) yang unik untuk meningkatkan pertumbuhan dan interaksi komunitas. UXUY, skor POW on-chain yang tidak dapat dipindahtangankan, dihasilkan melalui mining berbasis komunitas yang transparan, tanpa cadangan atau pre-minting.

Untuk menjadi pemegang UXUY, pengguna harus:

Memiliki dompet digital yang terdaftar dengan UXLINK.

Berkontribusi dalam kegiatan POW yang ditentukan oleh komunitas.

Mengeklaim UXUY mereka secara on-chain.

Saat ini, UXLINK memiliki 5 juta pemegang UXUY, seluruh kontributor komunitas, dan calon pemegang token tata kelola. Jumlah ini diperkirakan akan terus bertambah, dengan potensi mencapai lebih dari 30 juta, dan pada saat itulah, UXUY mining akan dihentikan, sehingga mendorong efek jaringan yang positif. Namun, jumlahnya bisa berkurang jika pemegangnya menukar UXUY dengan aset lain seperti NFT atau token tata kelola.

Inisiatif ini menekankan pada komitmen UXLINK untuk menciptakan komunitas yang dinamis dengan keterlibatan tinggi melalui interaksi yang transparan dan berinsentif, merevolusi lanskap blockchain dan SocialFi.

Memahami Pemegang UXLINK dan Kriterianya

UXLINK telah menetapkan kriteria untuk pemegang token, dengan fokus pada kontribusi komunitas, interaksi on-chain, dan aset yang disimpan dalam dompet digital.

Pre-Token Generation Event (TGE): Sebelum TGE, pemegang UXUY menukarkan UXUY dengan NFT, yang berfungsi sebagai airdrop voucher. Pemegang menerima $UXLINK berdasarkan level dan kuantitas NFT. Selain itu, proses “Sybil Burning” memastikan keasliannya, menjadikan pemegang NFT setara dengan pemegang token.

Post-TGE: Setelah TGE, pemegang mencakup semua peserta yang sah, termasuk mereka yang membeli token dan berkontribusi terhadap komunitas.

Statistik Pemegang Saat Ini: UXLINK memiliki sekitar 1.600.000 pemegang yang memenuhi syarat, dengan jumlah yang diperkirakan akan berfluktuasi karena pelepasan likuiditas dan kontribusi komunitas.

Menerapkan Tindakan Anti-Sybil untuk Memastikan Komunitas yang Murni dan Berkualitas Tinggi

UXLINK menggunakan strategi tiga langkah untuk menjaga komunitas yang murni:

Mengidentifikasi dan menyingkirkan lokasi dompet digital palsu.

Mengambil kembali hadiah dari akun yang tidak aktif dan mendistribusikannya kembali.

Melakukan tindakan anti-sybil sebelum TGE untuk menginvestasikan kembali hadiah yang diperoleh kembali.

Langkah-langkah ini sangat menekankan komitmen UXLINK terhadap sistem yang transparan dan kuat untuk mengidentifikasi dan memberi manfaat bagi peserta murni.

UXLINK vs. NOTCOIN: Perspektif Komparatif

UXLINK, suatu platform sosial, dan NOTCOIN, suatu game, keduanya bertujuan untuk melakukan pengadopsian massal tetapi berbeda dalam keterlibatan pengguna dan metrik on-chain. Meskipun NOTCOIN memiliki basis pengguna yang lebih besar, tetapi UXLINK unggul dalam aktivitas on-chain dan retensi pengguna.

Perbedaan Utama:
Kedalaman Interaksi: Aktivitas UXLINK mendorong keterlibatan yang lebih dalam dibandingkan dengan model Tap-to-Earn dari NOTCOIN yang lebih sederhana.

Kelekatan Pengguna: Retensi UXLINK didukung oleh koneksi sosial dunia nyata dan aktivitas grup.

Kualitas Basis Pengguna: Tindakan anti-whale UXLINK yang ketat memastikan basis pengguna dengan kualitas yang lebih tinggi.

UXLINK melampaui NOTCOIN dalam hal pengguna aktif harian dan bulanan serta rasio pengguna terhadap pemegang. Kedua platform tersebut memberikan contoh transisi efektif dari web2 ke web3, dengan UXLINK terbuka untuk kolaborasi di masa depan.

Visi untuk Masa Depan: Komitmen CTO UXLINK Bob Ng

Bob mengartikulasikan visi yang menarik untuk masa depan platform ini, “Kembali ke esensi kami, tujuan kami adalah membangun kepercayaan melalui hubungan sosial yang akrab sekaligus berfungsi sebagai platform sosial bagi pengguna dan infrastruktur bagi pengembang layanan. Di masa yang akan datang, kami akan berkolaborasi dengan mitra ekosistem untuk menciptakan lapisan yang disosialisasikan untuk pembuatan, aliran, dan distribusi aset. Hal ini akan memungkinkan pengguna untuk merasa yakin, aman, dan mudah dalam memanfaatkan berbagai aplikasi tanpa memerlukan interaksi cross-chain yang rumit, sehingga mereka bisa mendapatkan manfaat dari aset sosial mereka sendiri. Selain itu, kami bertujuan untuk memberdayakan pengembang untuk memanfaatkan protokol, hubungan sosial, dan data kami sepenuhnya untuk meningkatkan efisiensi pengembangan dan kualitas pertumbuhan secara signifikan melalui produk dan antarmuka yang termodulasi.” (Jennifer Kok)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan