BANYUWANGI | IndependentNews.id | Proyek normalisasi DAM 5 Desa Bajulmati Kecamatan Wongsorejo Banyuwangi Jawa Timur, yang dilaksanakan sejak bulan September tahun 2025.
Proyek telah berjalan beberapa bulan ada dugaan tidak transparan, dimana di lokasi proyek tidak ditemui papan nama proyek.
Sementara para pekerja saat dikomfirmasi saling melempar tanggungjawab.
Seorang mandor saat dikomfirmasi mengatakan pihaknya mengaku hanya mandor lokal yang mengurusi tenaga lokal.
“Saya hanya mandor lokal pak, saya hanya ngurusi tenaga lokal, yang mengerjakan bangunan sanggar tani,” tutur Rofik .
Ditambahkannya, pelaksanaan proyek dimulai sejak bulan 9 tahun 2025.
Proyek ini tepatnya dilaksakan sejak tanggal 24/9/2025,” tambah Rofik panggilan akrab mandor lokal.
Lebih lanjut Rofik selaku mandor lokal atau putra daerah Wongsorejo menjelaskan, untuk bangunan DAM 5 mandornya bernama Pak Yeyen.
“Soal papan nama dan proyek DAM 5, memang satu paket dengan sanggar tani, cuma mandor proyek DAM 5 adalah Pak Yeyen.
“Coba konfirmasi langsung Pak Yeyen, karena mereka orang kantor dengan Pak Puput masak tidak tahu jumlah anggarannya”, papar Rofik melalui via celulernya kepada IndependentNews.id.
Saat mandor proyek dikomfirmasi di lakosi kegiatan, pihaknya mengaku tidak tahu soal anggaran proyek tersebut.
“Saya tidak tahu mas, coba tanya Puput Waskito selaku Korsda Banyuwangi”, terang Yeyen di lapangan kepada Kepala Biro Independent News.
Menurutnya ketidaktahuannya soal proyek, alasannya hanya sebatas pekerja.
“Saya cuma pekerja mas”, lanjut Yeyen.
Sementara pihak Korsda Pengairan Banyuwangi saat dikomfermasi lempar tanggungjawab. Kepada Independent news mengatakan agar menghubungi mandor lokal.
“Hubungi saja pak Rofik mas”, terang Puput Waskito selaku Korsda Banyuwangi, Rabu (28/91/2026).
Isu yang bergulir di lapangan proyek harus selesai bulan ini, dan proyek DAM 5 tersebut diperkirakan menelan anggaran sekitar 22 Milyar lebih. Bersambung… (Tim/Red)
