MATARAM | IndependentNews.id | Kericuhan di akhir pertandingan kembali terjadi, yang melibatkan pemain, official dengat perangkat pertandingan dalam ajang Liga 4 NTB antara pertandingan Bintang Ampenan vs Bintang Kejora kemarin sore, menjadi sorotan Ketua Assosiasi Pelatih Sepakbola Seluruh Indonesia (APSSI NTB) Coach Sayid Fuad Rizal Heyder, dalam realesenya, Rabu (28/1).
Insiden kericuhan dalam liga 4 NTB hampir terjadi di tiap gelaran Liga 4 NTB, kericuhan yang terjadi kemarin sore harus dijadikan momen oleh Apsrov untuk memperbaiki kualitas pertandingan. Banyak hal yang harus dievaluasi oleh Asprov PSSI NTB, salah satunya ketidaktegasan Asprov PSSI NTB dalam menerapakan regulasi dan sangsi.
“Asprov PSSI NTB harus ada evaluasi menyeluruh mulai dari pengesahan club anggota/afiliasi, penerapan regulasi yang ketat, hingga penerapan sangsi yang tegas pada setiap pelanggaran yang terjadi”, ungkap Coach Rizal.
Lebih lanjut Coach Rizal mencontohkan soal regulasi soal pelatih ini juga harus clear and clean, Asprov jangan lagi ada kesan kompromi dengan alasan apapun dengan club.
“Terkait pelatih sudah saatnya Asprov menertibkan di sisa pertandingan liga 4 Provinsi NTB 2025/26, sesuai regulasi Lisensi Diploma B PSSI/ AFC untuk Pelatih kepala dan Diploma C PSSI/ AFC untuk asisten Pelatih”, tandasnya.
Soal wasit dan perangkat pertandingan yang kerap menjadi sorotan banyak pihak, Asprov juga harus lebih peka dan proaktif dalam melakukan investigasi mereka-mereka yang terindikasi melakukan pelanggaran (baik saat ada laporan ataupun indikasi temuan).
“Termasuk soal wasit dan perangkat pertandingan yang terindikasi match fixing, Asprov jangan hanya menunggu bukti, tetapi harus proaktif melakukan investigasi untuk mencari bukti, tentu dengan sangsi yang sangat berat bagi para pelakunya”, ujarnya.
Asprov PSSI NTB kedepan sudah harus dapat menyajikan pertandingan sepakbola yang menarik untuk dinikmati publik, jangan lagi dicedrai dengan aksi-aksi yang kontra produktif dengan Fair Play itu sendiri.
“Disamping itu diperlukan kesadaran semua pihak mulai dari Asprov, Club, Pelatih, Perangkat Pertandingan, Suporter, untuk bersama-sama menjaga sepakbola NTB agar menjadi tontonan yang menarik menuju industri sepakbola”, Pungkas Coach Rizal.
