LANGSA, IN.ID | Hampir dua ratusan wartawan yang terdiri dari berbagai media, baik dari media cetak, online dan electronik menghadiri undangan Coffe Morning dari Pejabat (PJ) Walikot Langsa, Ir. Said Mahdum Majid bertempat di Pendopo (Rumah Dinas) Walikota Langsa, Jum’at (14/10/2022).
Coffe Morning yang juga dihadiri para Staf Ahli, Asisten dan Kepala Dinas terlihat sangat akrab dengan kalangan insan pers, hal tersebut tergambar dari berbaurnya para Kepala Dinas saat duduk bersama. Apalagi dengan keramahan dan senyum lebar yang tidak dibuat-buat (senyum tulus) Pj. Walikota Langsa Ir. Said Mahdum Majid dalam menyambut para undangan.
Pada sambutannya, Pj Walikota Langsa mengucapkan terimakasih kepada para insan pers (wartawan) yang telah meluangkan waktu menghadiri undangan, dan diharapkan nantinya tetap menjadi singkron antara Pemerintah Kota Langsa dengan para wartawan.
Dikatakannya, pertemuan semacam Coffe Morning ini jauh – jauh hari sudah direncanakan, namun dikarenakan tugas yang tidak dapat ditinggalkan maka alhamdulillah hari ini dapat terealisasikan, oleh karenanya hanya mengajak para wartawan untuk berkalaborasi dalam hal memberi masukkan atau kontrol sosial sehingga bersenergi dalam pembangunan Kota Langsa.
“Pada kesempatan ini saya ingin mengajak teman – teman wartawan untuk memberikan informasi demi kelanjutan tongkat estafet dari pemerintahan yang terdahulu, dan pada pemerintahan ini saya terbuka dalam hal masukkan dan kritikan agar ada kontrol dalam pembangunan Kota Langsa,” terang Said Mahdum.
Di kesempatan tersebut, Pj. Wali Kota Langsa membuka sesi dialog (ruang dialog) kepada para wartawan, baik penyampaian informasi, masukkan maupun kritikan agar dapat menjadi evaluasi bagi Pemerintahan Kota (Pemko) Langsa, terutama kepada Dinas-dinas di Pemko Langsa.
Ada yang menarik di saat sesi dialog, beberapa insan pers dari berbagai media menyoroti kinerja Dinas Infokom Kota Langsa yang selama ini mempertontonkan ke egoan dan ke aroganannya dengan menciptakan sekat-sekat atau kotak – kotak terhadap wartawan maupun antara media yang satu dengan media lainnya, antara lain mengenai dana realise yang tidak seragam, pemberian pariwara iklan yang tidak merata serta tidak sama besar dana yang dibayarkan serta mangenai dana publikasi yang terkesan tertutup. (Junaidy)
