HONG KONG | IndependentNews.id | Kepala Eksekutif Daerah Administratif Khusus Hong Kong (HKSAR), John Lee, memuji kunjungannya baru-baru ini ke Timur Tengah (10-15 Mei) sebagai “keberhasilan”, di mana ia memimpin delegasi lebih dari 50 pemimpin bisnis dan wirausahawan dari Hong Kong dan Tiongkok Daratan dalam kunjungan ke Qatar dan Kuwait.
“Kunjungan ke Timur Tengah ini telah mengangkat hubungan Hong Kong dengan Qatar dan Kuwait ke tingkat yang baru, mendatangkan lebih banyak peluang bisnis ke Hong Kong,” kata Bapak Lee.
Menyimpulkan perjalanan tersebut, Kepala Eksekutif mengatakan delegasi telah mencapai tiga tujuan utama: untuk memperkuat hubungan antarpemerintah; untuk menemukan area kolaborasi baru; dan untuk menjalin persahabatan dan memperluas jaringan di kawasan tersebut.
“Kami memiliki komitmen bersama untuk memperdalam kerja sama bilateral dalam perdagangan, investasi, dan pertukaran budaya,” kata Bapak Lee, seraya mencatat diskusi meja bundarnya dengan pejabat senior Kuwait yang diselenggarakan oleh Penjabat Perdana Menteri Kuwait Yang Mulia Sheikh Fahad Yousuf Saud Al-Sabah.
Kepala Eksekutif menyoroti enam area yang sangat berhasil dari perjalanan tersebut.
Pertama, memperkuat hubungan dengan pemerintah Qatar dan Kuwait, dan membangun konsensus untuk kolaborasi.
Kedua, mencapai total 59 nota kesepahaman (MOU) dan perjanjian (35 di Qatar dan 24 di Kuwait), yang meletakkan dasar yang beragam untuk kerja sama multifaset.
Ketiga, memanfaatkan kekuatan Hong Kong di bawah “satu negara, dua sistem” sebagai “penghubung super” dan “penambah nilai super”, menjembatani peluang global dan menghubungkan Tiongkok Daratan dan dunia.
Keempat, memperkuat hubungan antara Hong Kong dan negara-negara anggota Dewan Kerja Sama Teluk (GCC). Kepala Eksekutif, bersama dengan misi Timur Tengah sebelumnya ke Arab Saudi dan Uni Emirat Arab pada tahun 2023, telah mengunjungi empat dari enam negara anggota GCC. “Pemerintah HKSAR sekarang secara aktif menjajaki perjanjian perdagangan bebas dengan GCC untuk lebih mengakses pasar vital ini,” kata Tn. Lee.
Kelima, memperdalam saling pengertian dan memperkuat jaringan dan koneksi bisnis dengan mempromosikan kekuatan dan peluang Hong Kong dan Tiongkok Daratan kepada mitra di Qatar dan Kuwait.
Keenam, memajukan pertukaran budaya dan hubungan antarmasyarakat dengan negara-negara GCC.
“Negara-negara Timur Tengah berupaya melakukan diversifikasi risiko dan mencari peluang di Tiongkok (Daratan) dan HKSAR untuk bergabung dengan gelombang pergeseran ekonomi global ke arah Timur,” kata Tn. Lee.
“Dalam hal ini, Hong Kong memiliki peluang yang tak terbatas.” (Ibu Linna Ku)
