SURAKARTA | IndependentNews.id | Ada tamu istimewa hadir di Gedung Graha Paripurna DPRD Kota Surakarta. Kali ini bukan kunjungan akan tetapi menggelar acara Halal Bihalal tahun 2025 yang dihadiri oleh 120 anggota Nordikers (Komunitas Jalan Nordik) Badan Pimpinan Cabang Kota Surakarta yang berlangsung pada Minggu 20 April 2025.
Meski mayoritas anggota Nordikers berusia lanjut, namun semangatnya luar biasa. Nordiker KJNI Solo terdiri dari berbagai unsur masyarakat seperti para pensiunan Pemkot Solo dari berbagai dinasnya, para dosen UNS, UNISRI, Universitas Muhamadyah, para tokoh masyarakat IWAPI, Pengajian Gabungan Surakarta, dan juga Ibu Rumah Tangga maupun Wiraswastawan/wati.
Ketua DPRD Surakarta yang hadir memberikan sambutan dan sekaligus memberikan fasilitas gedung DPRD Kota Surakarta untuk kegiatan Halal Bihalal tersebut. Hadir pula Ketua PKBSI Kota Solo ibu Prof. Supeni, Seperti diutarakan Ketua Cabang Komunitas Jalan Nordik Surakarta Dr. Ir. Retno Setyowati Gito MS, pesan mendalam dari H. Drs. Anhari, MM mantan Ass 1 Bupati Boyolali yang juga merupangan pengurus KJNI Solo sebagai pemberi tausiah siang itu.
Bahwa Sehat Jasmani dan rohani merupakan tujuan pokok KJNI Solo, dan semangat toleransi antar umat agama menjadi bagian dari KJNI Solo yang berfalsafah KGRAS (Kompak Guyub Rukun Agawe Santosa).
Ibu Retno demikian panggilan akrabnya dari Fakultas Pertanian UNS Surakarta menambahkan, Komunitas Jalan Nordik Indonesia berpusat di Jakarta dan merupakan bagian dari INWA (International Nordic Walking Association) yang berpusat di Finlandia. Anggota KJNI Solo berjumlah 238 orang, yang termuda berusia 46 tahun dan tertua 85 tahun.
Secara rutin setiap hari Sabtu latihan di Lapangan Manahan dan Selasa di Lapangan Baturan. Senam Pernafasan BEP (Bio Energi Power) dengan Instruktur Prof. Supeni dan tim untuk teknik Jalan Nordik instruktur Bapak Sukamto dan Ibu Susi Surwanto.
KJNI Solo dalam pelaksanaan olahraganya ikut mensukseskan program GERMAS nya Kemenkes dan Program Lansia Tangguh nya Kemen Kependudukan dan PKKB. Dengan outputnya dapat menekan angka kesakitan yang juga ikut menekan biaya pengobatan / dana BPJS dan menjadi Lansia Mandiri yang berdaya dan tangguh tidak menggantungkan pada orang lain dan keluarga. Mengingat jika pejalan nordik (nordiker) konsisten melaksanakan olah raga seminggu dua hingga tiga kali, maka akan diperoleh :
1. Otot tubuh yang lebih kuat, karena olga Janor menggerakkan 90% otot
2. Membantu Tubuh lebih tegak
3. Peningkatan asupan O2 oleh tubuh
4. Mengurangi tekanan lumbar dari tubuh bagian atas dan meringankan tekanan terhadap lutut kaki
5. Peningkatan mood kegembiraan yang akan meningkatkan Imun.
Demikian tutur Ibu Retno selaku Ketua BPD KJNI Kota Solo sekaligus Ketua BPD KJNI Jawa Tengah dan Ketua Bidang Humas Kerjasama BPP KJNI Nasional. (Sri)
