Muspika Hadiri Sosialisasi & Edukasi Adabtasi Kebiasaan Baru Covid 19

LANGSA, IN.ID | Muspika Langsa Baro/Barat menghadiri acara Sosialisasi dan Edukasi Adabtasi Kebiasaan Baru Covid 19 dari Pandemi ke Endemi tahun 2022, di cafe Dapu Kupi, Sabtu (29/10/2022).

Kegiatan sosialisasi yang diprakarsai Pemerintahan Gampong Paya Bujok Seulemak tersebut dihadiri Camat Kecamatan Langsa Baro, Zaldi Sopyan, SSTP, M.STP, Kapolsek Langsa Barat, Ipda Hafiza Fahmi, SH, Dan Pos Ramil Langsa Barat (perwakilan Danramil/Lgsb), Peltu E Sembiring, Kepala Puskesmas (Kapus) Langsa Baro, Hafriza, S,KM, M Kes, Kepala Bidang (Kabid) Pembangunan dan Pemberdayaan Gampong dari Badan Pemberdayaan Masyarakat Gampong (BPMG) Kota Langsa, Irma, Geuchik Gampong Paya Bujok Seulemak, M. Syarifuddin, mantan Geuchik Paya Bujok Seulemak, Syafii.

Bacaan Lainnya

Ketua Tuha Peut Gampong Paya Bujok Seulemak, Ismail Janah, anggota Tuha Peut, para Kepala Dusun (dari 9 Dusun), perangkat gampong, imam gampong, imam dusun, Babinsa Ramil/Lgsb, Sertu Sukisno, Bhabinkamtibmas Polsek Langsa Barat, Aipda T. Syaiful Bahri, dan pendamping desa Gampong Paya Bujok Seulemak.

Geuchik Gampong Paya Bujok Seulemak, M. Syarifuddin dalam sambutan singkatnya mengatakan, selama ini kita hidup dalam pandemi, hidup kita terikat dalam segala hal. Kini kita memasuki kehidupan Endemi, paling tidak telah terbebas dalam keterikatan pandemi yang menghantui.

Selanjutnya Camat Kecamatan Langsa Baro, Zaldi Sopyan, S, STP, M. STP menyampaikan, Covid 19 pada tahun 2022 ini telah hilang ditempat kita, Pemerintah telah banyak mengeluarkan peraturan dan aturan tentang Covid, yang kita rasakan saat ini pemberlakuan jam malam tidak diberlakukan lagi bahkan kita tidak diharuskan memakai masker, kini Pemerintah Pusat sudah menggalakkan kasus Stanting.

Pada saat ini kita mengalami cuaca ekstrim yang mengharuskan kita untuk ber- antisipasi bencana alam termasuk banjir. Penanganan sampah salah satu antisipasi terhadap banjir “Apa lagi Paya Bujok Seulemak Gampong yang sangat padat penduduknya,” jelas Zaldi Sopyan.

Lanjutnya, Tahun 2021 kita pernah duduk bersama bermusyawarah tentang penanganan sampah dengan mengadakan Becak Bermotor (Betor) dalam 1 Dusun, 1 Betor. Sampah yang selama ini dibuang dipinggiran jalan diletakkan didepan rumah masing-masing untuk mempermudah diambil oleh Betor, hal tersebut agar tidak terlihat lagi sampah menumpuk dan berserakan dipinggiran jalan. Kalau di desa penanggung jawabnya adalah Geuchik, sedangkan di dusun adalah Kepala Dusun, demi memperdayakan kembali budaya gotong royong.

Kapolsek Langsa Barat Ipda Hafiza Fahmi, SH seraya memperkenalkan diri mengatakan, menurut pengamatannya acara yang dilaksanakan ini sangat bagus, apalagi ini adalah desa perdana yang saya sambangi sejak menjadi Kapolsek Langsa Barat beberapa hari ini.

Sebelum menjabat Kapolsek Langsa Barat Polres Langsa, Ianya bertugas di Polres Aceh Tamiang sebagai Kapolsek Seruway, dan pernah menjabat KBO Narkoba, Kanit Jupikor, dan di BNN Aceh Tamiang.

“Saya mempunyai 1 isteri dan 2 anak, saya dari Gampong Teungoh putera Langsa asli,” ujarnya bangga.

Selanjutnya Kapolsek menguraikan, Covid pertama kali terditeksi di Cina tepatnya di Wuhan (bukan berasal dari Cina), kemudian mewabah hampir keseluruh dunia termasuk Indonesia. Kita telah mengalami susah dimasa pandemi dan yang sangat dirasakan oleh para ibu-ibu rumah tangga, disamping mengurus rumah tangga juga dibebankan mengerjakan tugas sekolah anaknya alias menjadi guru juga. Disisi ekonomi juga berdampak imbasnya.

“Hari ini dunia melalui WHO telah menyatakan bahaya dunia, maka itu ikuti segala peraturan dan aturan pemerintah,” pungkas Ipda Hafiza Fahmi.

Danramil/Lgsb Kodim 0104/Atim melalui Danpos Ramil Langsa Barat, Peltu E Sembiring pada kesempatan itu memberi edukasi, selama ini kita kayak (seperti) dikekang karena Covid, seperti kerugian dalam segi ekonomi, dikekang aturan, kegiatan sehari-hari terbatas dan dibatasi. Maka itu ada atau tidak adanya Covid tergantung keyakinan diri masing-masing, karena pada realitanya ada kematian karena Covid tersebut.

“Mari kita lakukan pencegahan dengan menjaga kebersihan dan menjalankan peraturan pemerintah yang ada. Bagi saya Covid itu masih ada, namun namanya saja yang berubah,” tegas Peltu. E Sembiring.

Pada puncak Sosialisasi dan Edukasi Adaptasi Kebiasaan Baru Covid 19, Kapala Puskesmas Langsa Baro, Safriza, S.KM, M,Kes menjelaskan, Pandemi adalah wabah untuk seluruh dunia sedangkan Endemi hanya lokal saja, oleh karenanya meski pandemi sudah menjadi endemi tapi protokol kesehatan harus tetap kita jaga.”Bila ada Flu dan Batuk kita harus memakai masker”, himbau Safriza.

Sambungnya, latar belakang Covid 19 sebagai berikut.
Pada Desember 2019 dunia digemparkan dengan mewabahnya sebuah penyakit radang paru (Pneumonia), di Kota Wuhan, Provinsi Hubei Cina, yang merenggut lebih dari 4 ribu korban meninggal dunia, setelah dilakukan penelitian, penyakit radang paru (pneumonia) tersebut disebabkan oleh Virus Corona (Coronavirus).

Hal itu berdampak dengan terganggunya pendidikan jutaan anak dan remaja, juga dengan akses layanan kesehatan, gizi, dan perlindungan terdampak begitu besar, perekonomian masyarakat terganggu serta kemiskinan yang semakin meningkat jumlahnya.
Kini ditemukan Varian terbaru, Sub Varian Omicron XBB telah terditeksi di Indonesia, masyarakat diminta waspada dan memperkuat protokol kesehatan, terutama memakai masker, “Makan makanan yang bergizi bisa menyembuhkan,” saran Safriza.

Peningkatan kasus gelombang XBB di Singapura berlangsung cepat dan sudah mencapai 0,79 kali (sumber Juru bicara Covid 19 Kementerian Kesehatan RI dr.M Syahrul)

Sejak pertama kali ditemukan , sebanyak 24 negara melaporkan temuan Omicron Varian XBB termasuk Indonesia. Kasus pertama XBB di Indonesia merupakan transmisi lokal, terditeksi pada seorang perempuan berusia 29 tahun yang baru saja kembali dari Lombok, Nusa Tenggara Barat.

Tambah Safriza, pencapaian vaksinasi Covid 19 di Kecamatan Langsa Baro adalah, Vaksi 1 sebanyak 19.676 orang, Vaksin 2 sebanyak 17.412 orang, Vaksin 3 sebanyak 8.077 orang dan Vaksin 4 sebanyak 109 orang.

Adabtasi Kebiasaan Baru (AKB) merupakan tindakan menerapkan tatanan hidup baru guna menjaga produktivitas selama masa Pendemi Covis 19 dengan menerapkan perilaku pencegahan penularan Covid 19.
“Untuk melawan virus hal utama yang perlu kita lakukan adalah melakukan tindakan pencegahan seperti, sering cuci tangan pakai sabun, menerapkan etika batuk pakai masker, meningkatkan daya tahan tubuh, menjaga jarak dan hindari kerumunan” papar Safriza, S,KM, M,Kes.

Akhir keterangannya, cukup mudah, bukan ? Intinya harus selalu ber- Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), kelihatannya hal tersebut sepele, tetapi kenyataannya masih cukup banyak yang tidak melakukan hal tersebut, tutupnya. (Junaidy)

Pos terkait