SUMENEP | IndependentNews.id | Rumah Sakit Umum Daerah dr. H. Moh. Anwar (RSUDMA) Sumenep merupakan rumah sakit milik pemerintah daerah terus menargetkan peningkatan layanan. Pada tahun 2026 adalah momen untuk penguatan kapasitas layanan, baik dari aspek fasilitas, sumber daya manusia, hingga sistem pelayanan berbasis digital.
dr. Erliyati, M.Kes adalah orang nomer satu di lingkungan RSUDMA Sumenep dan selaku Direktur mengatakan, strategi pengembangan difokuskan pada optimalisasi layanan agar masyarakat dapat memperoleh penanganan medis secara maksimal tanpa harus dirujuk ke rumah sakit luar daerah.
“Penguatan pelayanan ini kami lakukan secara bertahap, dengan memanfaatkan status rumah sakit yang kini telah meningkat menjadi tipe B, sehingga saat ini mampu menangani kasus yang lebih kompleks,” terang Erliyati pada Kamis (30/04).
Meningkatnya status menjadi tipe B, RSUDMA saat ini memiliki kapasitas layanan lebih maksimal. Seperti pelayanan gawat darurat selama 24 jam, yakni dengan pelayanan Instalasi Gawat Darurat (IGD), layanan Intensive Care Unit (ICU), serta PICU dan NICU untuk fasilitas pelayanan anak dan bayi. Termasuk juga meningkatkan layanan spesialis jantung dan paru.
Disamping itu RSUDMA juga menerapkan dan mempercepat pelayanan sistem digitalisasi. Dengan sistem digitalisasi sangat memudahkan pelayanan dalam antrean yang terintegrasi pada palikasi, sehingga masyatakat tidak perlu lama-lama di tempat antrean cukup mendaftar dari rumah.
“Dengan sistem digital melalui aplikasi ini, masyarakat bisa melakukan pendaftaran dan pengaturan jadwal pemeriksaan secara daring, sehingga waktu tunggu dapat ditekan dan pelayanan menjadi lebih efisien,” ungkapnya.
Tanpa mengesampingkan keselamatan pasien, di tahun ini RSUDMA fokus pada pelayanan yang berbasis tekhnologi, sehingga dapat bertindak cepa, tepat dan akurat. Termasuk juga berupaya memperluas akses layanan bagi peserta BPJS Kesehatan, agar seluruh lapisan masyarakat dapat memperoleh pelayanan tanpa kendala administratif maupun keterbatasan fasilitas.
Semua itu tidak terlepas dari dukungan tenaga medis, Pemkab Sumenep, berbagai mitra sehingga RSUDMA Sumenep menargetkan penguatan peran sebagai rumah sakit rujukan di wilayah timur Pulau Madura.
“Terakhir Harapan kami dengan langkah ini nantinya akan dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap layanan kesehatan daerah sepanjang tahun 2026 ini,” tutupnya.(hrs)







