INDIA | IndependentNews.id | PT Wibmo Services Indonesia, entitas Wibmo di Indonesia dan penyedia terkemuka solusi keamanan pembayaran, hari ini membagikan informasi mengenai Wibmo Agentic Risk Intelligence Assistant (ARIA) , sebuah platform bertenaga AI yang dimulai oleh Wibmo pada acara industri unggulannya, “Securing Digital Payments: Innovation, Intelligence & Trust,” yang diselenggarakan di Mumbai, India.
ARIA dirancang untuk mendukung tim risiko di bank dan penyedia layanan pembayaran (PSP) dengan menggabungkan analisis berbasis AI serta pengambilan keputusan dan akuntabilitas oleh manusia. Solusi ini menjadi sangat relevan saat ini karena tantangan penipuan pembayaran digital semakin kompleks. Seiring dengan pertumbuhan ekosistem pembayaran yang berkelanjutan, lembaga keuangan fokus pada peningkatan efisiensi risiko operasional sambil tetap menjaga tata kelola dan pengawasan yang kuat.
Pemodelan awal menunjukkan bahwa ARIA mampu mengurangi waktu investigasi lebih dari 70% melalui agen yang bekerja secara real-time, sehingga memungkinkan tim menangani jumlah kasus yang jauh lebih banyak per FTE (full-time equal) setiap harinya. ARIA menargetkan tingkat akurasi rekomendasi mendekati 90%, yang dirancang untuk meningkatkan kualitas metrik di seluruh tim operasi risiko.
ARIA merepresentasikan perubahan mendasar dalam cara institusi keuangan yang mengelola risiko operasi dengan menghadirkan agen AI khusus yang mendukung agregasi data, analisis, dan penyusunan rekomendasi awal, sambil tetap mempertahankan otoritas pengambilan keputusan oleh manusia serta kontrol tata kelola pada setiap tahap yang krusial.
ARIA menggabungkan kapabilitas investigasi, latar belakang pengambilan keputusan, dan pelaksanaan tindakan operasional dalam satu platform. Platform ini mengumpulkan sinyal dari transaksi, model risiko, riwayat pelanggan dan merchant, transaksi yang saling terkait, serta pola penipuan historis untuk mengotomatisasi proses agregasi data yang biasanya menyita banyak waktu dan kapasitas analis. Dengan memanfaatkan model AI pengganti (frontier AI), ARIA menghasilkan kesimpulan yang didukung oleh bukti, mengidentifikasi pola-pola baru melalui penalaran berbasis berbagai sinyal, serta memberikan rekomendasi yang transparan dan dapat diaudit.
Platform ini juga mendukung penyelesaian kasus berdasarkan SOP, komunikasi dengan pelanggan dan merchant, pengurangan peringatan palsu (false alerts), serta mekanisme pertahanan proaktif terhadap anomali yang baru muncul.
Shailesh Paul, CEO Wibmo , mengatakan , “Seiring penipuan yang semakin canggih dan ekspektasi regulator yang terus berkembang, tim operasi risiko harus mengelola kompleksitas yang semakin besar dengan sumber daya yang terbatas. ARIA dirancang untuk membantu institusi berkembang secara cerdas dengan menggabungkan kecepatan dan kemampuan analitis AI dengan penilaian, pengawasan, serta akuntabilitas yang dimiliki oleh para ahli. Meskipun agen AI membantu dalam analisis data manusia dan memberikan rekomendasi, setiap keputusan yang bersifat kritis tetap sepenuhnya berada di bawah kendali manusia.”
Berbeda dengan sistem AI yang sepenuhnya otonom, Agentic Risk Intelligence Assistant dari Wibmo dibangun dengan arsitektur yang mengutamakan tata kelola (governance-first) dan dirancang khusus untuk institusi keuangan berskala perusahaan. Setiap rekomendasi tetap melalui mekanisme persetujuan yang sudah ada tanpa adanya tindakan operasional yang dijalankan secara otonom, sementara seluruh analisis didukung oleh alur penalaran yang transparan serta jejak audit yang komprehensif. Platform ini menyatukan agen-agen khusus untuk penanganan penipuan, AML (Anti-Money Laundering), KYC (Know Your Customer), dan membangun dalam satu kerangka kerja terpadu, dilengkapi dengan kemampuan audit yang dapat diputar ulang (replayable audits) serta jejak asal-usul operasional (operational provenance) yang lengkap untuk setiap tindakan yang dilakukan oleh agen.
Acara peluncuran tersebut mempertemukan lebih dari 50 pemimpin senior dari bank, perusahaan fintech, jaringan pembayaran, dan organisasi teknologi untuk membahas tantangan yang terus berkembang dalam keamanan pembayaran digital serta masa depan pencegahan penipuan yang didukung AI. Pembicara dari PayU, NPCI Bharat Billpay, Visa, Mastercard, Flipkart, CSB Bank, Jio Payment Solutions, dan Network International turut berpartisipasi dalam diskusi mengenai pengelolaan risiko penipuan pada bisnis akuisisi pembayaran (acquiring), teknologi autentikasi, dan pengambilan keputusan berbasis risiko.
Tentang Wibmo
Wibmo, anak perusahaan yang sepenuhnya dimiliki oleh PayU dan berkantor pusat di Cupertino, Amerika Serikat, merupakan pemimpin global di bidang PayTech full-stack dengan pengalaman lebih dari dua dekade dalam Keamanan Pembayaran (Pembayaran Keamanan) dan Pembayaran Digital (Pembayaran Digital). Beroperasi di India, Asia Tenggara, serta Timur Tengah dan Afrika, Wibmo mendukung infrastruktur pembayaran yang kritis bagi lebih dari 200 bank, lembaga keuangan, merchant, dan perusahaan fintech di seluruh dunia.
Sebagai wujud komitmennya terhadap Indonesia, Wibmo telah membangun entitas lokal, yaitu PT Wibmo Services Indonesia, serta menghadirkan instans cloud AWS lokal untuk memenuhi persyaratan pemantauan data dan penyimpanan data di dalam negeri.
Rangkaian solusi komprehensif Wibmo mencakup Manajemen Penipuan dan Risiko (Fraud and Risk Management), Tokenisasi (Tokenization), Keamanan Pembayaran (Payment Security), Autentikasi Multi-Faktor (Multi-factor Authentication), Pemrosesan Merchant (Merchant Processing), Penerbitan Kartu (Card Issuance), serta solusi Front-End Perbankan Digital (Digital Banking Front-End). Sebagai mitra tepercaya bagi bank dan perusahaan fintech di seluruh dunia, Wibmo mengamankan lebih dari 4 miliar transaksi tahun setiap sekaligus mendukung transformasi pembayaran digital para pelanggannya melalui solusi pembayaran yang inovatif. (PT Wibmo)







