48 Hari Pasca Gempa di Selayar Kehidupan Warga Belum Pulih

  • Whatsapp

SELAYAR, IN.ID | Empat puluh delapan hari tidak terasa, bencana gempa magnitudo 7,5 SR yang melanda dua wilayah kecamatan terluar Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan telah berlalu.

Bencana gempa yang terjadi pada sekira pukul 11.35 Wita, hari, Selasa, 14 Desember 2021 silam, menyisakan duka dan rasa trauma berkepanjangan, setelah sebelumnya, bencana serupa, sempat mengguncang wilayah tersebut, pada kisaran tahun 1992.

Bacaan Lainnya

Sampai dengan hari Rabu, (02/03), tenda-tenda pengungsiang dan hunian darurat (hundar) masih mewarnai sejumlah titik lokasi di Kecamatan Pasilambena.

Koordinator Relawan Tanggap Bencana (RTB) Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulsel, Andi Fadly Daeng Biritta mengakui, “sampai saat ini, kondisi warga dan roda perekonomian masyarakat belum sepenuhnya pulih,” ungkapnya.

“Untuk saat sekarang, stabilitas kehidupan warga masih berada pada tahapan masa transisi dan belum sepenuhnya membaik,” jelasnya.

Potret kerusakan bangunan rumah, fasilitas umum, dan sarana prasarana pemerintah masih terpampang di beberapa titik lokasi bencana di Kecamatan Pasilambena.

“Sebagian warga masih memilih untuk tinggal berdiam diri, di lokasi hundar dan tenda pengungsiang sembari menantikan berlalunya cuaca ekstrem, gelombang tinggi, dan angin kencang yang selama kurang lebih sebulan terakhir terus melanda perairan laut Kecamatan Pasilambena”.

Mereka yang sampai sekarang masih bertahan di pengungsiang dan hundar, murni warga korban gempa yang rumahnya rubuh dan rusak berat.

“Sebahagian diantara mereka adalah warga nelayan pesisir yang hingga sekarang masih enggan turun melaut dan lebih memilih untuk mengevakuasi dan mendaratkan perahunya agar tidak pecah dihantam badai gelombang pasang air laut,” terang Andi Fadly.

Dalam sepekan terakhir, posko relawan tanggap bencana bahkan sempat beberapa kali menerima kunjungan warga korban gempa yang datang menyampaikan keluhan terkait dengan mulai habisnya ketersediaan stock beras dan bentuk kebutuhan pangan lain milik mereka.

Sebahagian sudah ditutupi dengan menggunakan stock logistik dapur umum relawan tanggap bencana.

Terkait dengan kondisi tersebut, Koordinator relawan tanggap bencana Kabupaten Selayar, berharap bantuan uluran tangan donatur, kaum dermawan, pemerhati Kemanusiaan, organisasi dan komunitas untuk ikut berkontribusi memberikan bantuan dalam rangka untuk memenuhi dan kebutuhan logistik serta beberapa bentuk kebutuhan lainnya, seperti kelambu, dan selimut, pungkasnya. (Fadly Syarif)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.