Akademi Ekspor – Mempersiapkan Rencana Bisnis Ekspor (Seri 5)

  • Whatsapp
Diasuh oleh; Sutomo Asngadi, SS, MM (Consultant/Executive Trainer Strategic Supply Chain, Logistics, Export Import dan Procurement Management)

Diasuh oleh; Sutomo Asngadi, SS, MM
(Consultant/Executive Trainer Strategic Supply Chain, Logistics, Export Import dan Procurement Management dan Konsultan Pendamping UKM Ekspor Naik Kelas)

JAKARTA, IN.ID | Ketika suatu organisasi perusahaan merencanakan untuk Ekspor, maka pengusaha perlu membuat landasan dalam bentuk Business Plan Ekspor (Rencana Usaha Ekspor). Secara umum menurut Hisrich and Peters (1995), business plan adalah suatu dokumen cetak yang dibuat oleh pengusaha dengan menggambarkan atau memperhitungkan unsur eksternal dan internal dalam memulai usaha baru.

Bacaan Lainnya

Isi yang tertuang dalam dalam dokumen ekspor business plan adalah tujuan utama dan strategi sebuah perusahaan. Tujuan utama harus mampu ditunjukkan secara realistis dengan menjabarkan berbagai strategi di bawahnya. Contohnya adalah strategi SDM, pemasaran, keuangan, produksi, pengelolaan infrastruktur dan sebagainya.

Rencana Bisnis Ekspor dikembangkan dengan mempertimbangakan:
1. Target pasar: risiko, demografi, permintaan, logistik, masalah hukum, dan isu komersial seperti mata uang;
2. Mendefinisikan tujuan kegiatan usaha;
3. Mengidentifikasi kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman pada perusahaan;
Akses mendapatkan kredit atau pembiayaan ekspor.
Sebelum mengembangkan Rencana Bisnis Ekspor, maka perlu disadari bahwa usahanya terbilang baru, artinya perusahaan yang belum memiliki rencana usaha maka perlu menyusun perencanaan bisnis. Hal hal yang perlu disiapkan dalam membuat Rencana Bisnis Ekspor adalah investasi jangka panjang eksportir untuk waktu, tenaga, dan sumber daya.

Langkah Langkah Menyusun rencana bisnis ekspor adalah sebagai berikut

1. Membuat Ringkasan Eksekutif. Ringkasan eksekutif ini seperti sebuah poster film yang menggambarkan seperti apa suasananya. Dalam konteks ini, ringkasan eksekutif perlu menjelaskan nama perusahaan serta gambaran makro bisnis yang hendak dijalankan. Contohnya seperti akan bergerak di bidang apa dan apa visi misi yang ingin diraih.

2. Pendahuluan. Sebagai pendahuluan, menjelaskan terkait latar belakang perusahaan. Contohnya seperti orang-orang yang bekerja, struktur perusahaan, pemilik saham, dan sebagainya. Tambahannya juga dijelaskan terkait visi, misi, tujuan jangka pendek dan jangka panjang dalam kurun waktu tertentu.

3. Gambaran umum perusahaan ekspor. Gambaran umum perusahaan ini di kenal dengan company profile. Company profile adalah sebuah ringkasan yang memperkenalkan perusahaan kepada berbagai kalangan. Contohnya isinya adalah memasukkan bagaimana sejarah perusahaan tersebut berdiri, produk atau jasa apa yang disediakan, target pasar, juga kepemilikan sumber daya perusahaan seperti; Sejarah berdirinya perusahaan, Pihak yang terlibat atau bertanggung jawab, Kondisi keuangan, Rencana pengembangan, Produk atau jasa yang ditawarkan. Penjelasan tentang usaha yang dijalankan, mencakup: Aspek perizinan usaha, Siapa yang turut bekerja sama, dan Jenis usaha

4. Produk dan layanan ekspor. Yang perlu dijabarkan dalam produk dan layanan adalah seputar: Definisi produk atau penjelasan mengenai produk tersebut, perbandingan, berupa keunggulan dan kekurangan dibandingkan dengan competitor, pertimbangan lain yaitu penjelasan tentang bahan baku dan tahap produksi. Penjelasan tentang produk, mencakup: Produk yang ditawarkan, Manfaat produk tersebut, Gambaran mengenai kompetitor bisnis, Keunggulan yang dimiliki produk

5. Tujuan dan sasaran ekspor. Pada bagian ini dijelaskan mengenai target konsumen produk ekspor yang yang akan dijual. Bisa juga juga diberikan penjelasan sacara analisis kuantitatif dan kualitatif, karakteristik, tingkat kompetisi, strategi promosi, dan harga. Tentu saja menjelaskan produk itu sendiri. Mulai dari kemasan hingga proses produksi.

6. Rencana keuangan. Pada bagian ini dijelaskan mengenai kondisi keuangan perusahaan serta proyeksi dana pada masa mendatang. Beberapa poin berikut ini untuk menjelaskan dari sisi keuangan perusahaan adalah; Perkiraan pendapatan perusahaan, modal yang sekarang dimiliki, besaran dana yang diperlukan, detail biaya operasional harian, bulanan hingga tahunan, dana darurat perusahaan
Hal lain yang perlu disiapkan dalam rencana bisnis ekspor adalah;

1. Pemilihan Produk Ekspor
Pertama-tama, sebaiknya memilih produk makanan yang tepat untuk diekspor. Terdapat berbagai faktor yang dapat membantu dalam pemilihan produk. Faktor ini harus dipertimbangkan dari sisi eksternal (kondisi pasar) maupun internal (kondisi produksi).

2. Evaluasi Persepsi terhadap Produk. Ini penting untuk diketahui bagaimana persepsi masyarakat global terhadap produk kita.

3. Evaluasi Permintaan dan Kebutuhan Pasar Ekspor. Untuk mengetahui bagaimana tingkat permintaan dan kebutuhan saat ini terhadap produk makanan kita di pasar ekspor. Penting untuk kita memilih produk yang banyak dikonsumsi oleh pasar ekspor, dan bukan yang dikonsumsi oleh masyarakat dinegara kita sendiri, Indonesia.

4. Evaluasi Hambatan Ekspor. penting juga untuk melihat tingkat substitusi dari produk kita. Sudah jelas bahwa tarif pajak impor di negara tujuan ekspor bisa sangat menghambat ekspor, sehingga pilihlah produk yang disubsidi tarifnya dari perjanjian perdagangan bebas yang memberikan fasilitas adanya pembebasan atau pengurangan tarib bea masuk di negara tujuan ekspor.

5. Evaluasi Kapasitas Produksi. Volume produksi menjadi faktor penting untuk memilih produk. Dengan berlimpahnya volume produksi, maka ini akan meningkatkan daya saing produk di pasar ekspor.
(bersambung)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.