Bangun Keluarga Anti Kekerasan : Tim Dosen dan Mahasiswa UNESA Gelar Pengabdian Masyarakat

  • Whatsapp
Foto : Tim PKM Prodi PPKn, FISIPOL Unesa saat berdiskusi terkait kegiatan pengabdian masyarakat “Membangun Keluarga Anti Kekerasan: Penguatan Wawasan Orang Tua dalam Mencegah Kekerasan di Rumah” (Dokumentasi Pribadi)

JOMBANG | IndependentNews.id | Keluarga belum aman. Kekerasan dalam Rumah Tangga dengan korban anak-anak dan istri masih banyak terjadi di Jombang menurut data WCC Jombang, sampai bulan Mei 2025 Jada 41 kasus kekerasan dan 20 di antaranya adalah kekerasan terhadap istri. Kasus KDRT di Jombang masih terus meningkat. WCC Jombang menyebutkan telah terjadi pandemi KDRT di Jombang.

Di sinilah letak pentingnya membangun pemahaman dan kesadaran antikekerasan, termasuk anti Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT). Keluarga harus menjadi tempat yang aman dan nyaman bagi penghuninya.

Bacaan Lainnya

Untuk itu, dalam keluarga harus ada orang-orang yang memiliki sikap antikekerasan. Upaya membangun lingkungan keluarga yang aman, sehat, dan bebas dari kekerasan menjadi fokus utama kegiatan pengabdian masyarakat yang akan dilaksanakan oleh tim PKM Prodi PPKn FISIPOL Universitas Negeri Surabaya.

Kegiatan yang mengusung tema antikekerasan di keluarga ini akan dilaksanakan di Desa Kademangan Kecamatan Mojoagung Kabupaten Jombang selama dua hari. Melalui kegiatan pengabdian dengan “Membangun Keluarga Anti Kekerasan: Penguatan Wawasan Orang Tua dalam Mencegah Kekerasan di Rumah” ini dijadwalkan selama dua hari pada bulan Agustus 2025, dengan peserta ibu-ibu penggerak dan anggota PKK Desa Kademangan.

Desa Kademangan dipilih karena memiliki karakter masyarakat yang terbuka terhadap isu-isu sosial dan memiliki potensi menjadi model desa ramah anak. Selain itu, adanya dukungan dari pemerintah desa dan tokoh masyarakat setempat turut memperkuat keberlangsungan kegiatan ini.

Tim pengabdian masyarakat ini diketuai oleh Dr. Oksiana Jatiningsih, M.Si. dosen PPKn Universitas Negeri Surabaya (Unesa) yang aktif mengkaji isu-isu sosial, khususnya terkait dengan gender, perempuan, dan anak. Dalam pelaksanaannya, tim akan dibantu oleh dua mahasiswa sebagai asisten kegiatan.

Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan penguatan wawasan kepada ibu yang akan bermanfaat dalam mengenali, mencegah, dan menghindari terjadinya berbagai bentuk kekerasan dalam rumah tangga, terutama yang berdampak pada anak. Kegiatan akan dilakukan secara kontekstual melalui berbagai metode seperti penyuluhan interaktif, diskusi kelompok, serta penyebaran modul yang disusun berdasarkan hasil penelitian akademik.

“Melalui pendekatan langsung kepada masyarakat, kami ingin membangun kesadaran bahwa menciptakan rumah yang aman bukan hanya tugas individu, tapi tanggung jawab kolektif kita semua,” ujar Dr. Oksiana Jatiningsih.

Melalui pengabdian ini, diharapkan para orang tua dapat lebih memahami pentingnya pola pengasuhan yang tanpa kekerasan, serta memperoleh keterampilan dalam membangun komunikasi yang sehat di dalam keluarga. Hasil dari kegiatan ini juga akan digunakan sebagai bahan evaluasi dan penyusunan rekomendasi yang relevan bagi pengembangan program serupa di daerah lain. Akhirnya patut dicatat, bahwa kegiatan ini bukan hanya menjadi bentuk kontribusi akademik, tetapi juga langkah kecil yang bermakna dalam membangun peradaban yang menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan. (Galuh Prihastanti)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan