BPRS Bhakti Sumekar Sumenep Membuka Layanan Rekening Khusus BUMDes

  • Whatsapp

SUMENEP | IndependentNews.id | Dalam rangka meningkatkan layanan pada nasabah. Bank BPRS Bhakti Sumekar bekerjasama dengan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Sumenep untuk meningkatkan peran Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) serta Koperasi Desa Merah Putih yang sudah mulai terbentuk di setiap desa. Kerjasama ini sebagai komitmen bersama untuk menciptakan kemandirian pangan yang berbasis pada potensi desa.

Untuk meningkatkan kemandirian pangan di tingkat desa, Direktur Utama Bank BPRS Bhakti Sumekar, Hairil Fajar menjelaskan, bahwa dirinya siap menjadi mitra aktif pada setiap usaha milik desa. Karena program ketahanan pangan bukan hanya tanggungjawab pemerintah pusat semata. Akan tetapi adalah tanggungjawab bersama, yakni upaya yang dimulai oleh pemerintah daerah hingga desa itu sendiri.

Bacaan Lainnya

“Bank BPRS Bhakti Sumekar siap bekerjasama dengan DPMD Sumenep untuk mendukung program ketahanan pangan sesuai potensi dan kebutuhan di setiap desa,” ungkap Hairil Fajar pada Rabu (11/06).

Diterangkan Hairil Fajar, komitmen tersebut tidak hanya berupa konsep saja, akan tetapi kolaborasi tersebut sudah terealisasikan, yakni berupa pembukaan rekening khusus bagi BUMDes yang bergerak di sektor pangan.

“Rekening ini dirancang untuk memperkuat kelembagaan BUMDes, mempermudah akses pembiayaan dan mendorong transparansi dalam pengelolaan dana serta program-program ketahanan pangan desa,” jelasnya.

Karena wilayah kabupaten Sumenep tidah hanya desa – desa yang ada di daratan, tetapi juga yang berada di kepulauan. Bank BPRS juga menunjukkan keberpihakan kepada desa-desa di wilayah kepulauan seperti Sapeken, Arjasa, Kangayan dan yang lainnya. Menurut Hairil, desa-desa yang berada di kepulauan juga memiliki potensi besar di bidang pangan yang saat ini belum dikelola secara maksimal.

“Kami ingin memastikan bahwa desa-desa kepulauan memiliki peluang yang sama dalam membangun kedaulatan pangan. Mereka perlu difasilitasi dengan layanan keuangan yang inklusif dan berkelanjutan,” imbuhnya.

Dengan kerjasama tersebut, diharapkan nantinya setiap BUMDes dapat menjadi ujung tombak dalam pengelolaan lahan produktif, pemanfaatan hasil pertanian lokal, serta memperkuat rantai distribusi pangan hingga ke desa-desa di kepulauan.

“Langkah ini menjadi bukti bahwa penguatan pangan tidak hanya bisa dilakukan dari pusat, tetapi justru efektif jika dimulai dari desa melalui kolaborasi, kepercayaan, dan pemberdayaan lembaga ekonomi di tingkat desa,” tutupnya. (NM Sholeh/Red)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan