BUMDes Pandean Masih Belum Ada Penyelesaian

  • Whatsapp

PROBOLINGGO, IN. ID |Tujuan pendirian Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dimaksudkan untuk mengembangkan potensi ekonomi desa dan kebutuhan masyarakat guna meningkatkan kesejahteraan seluruh masyarakat dan berkontribusi bagi pendapatan desa, serta mendorong kemandirian ekonomi desa dapat tercapai dengan keberadaan BUMDes tersebut.

Namun pasca pilkades beberapa waktu lalu keberadaan BUMDes Pandean Kecamatan Paiton Kabupaten Probolinggo, kini menjadi sorotan masyarakat, pasalnya keberadaan BUMDes tersebut diduga menyalahi aturan yang ada.

Bacaan Lainnya

Menurut Mahfud Ali mantam Pj Kades Pandean menyampaikan berencana akan dikembalikan pada ketua yang pertama, mengingat Dana BUMDes yang telah digelontarkan adminitrasinya yang banyak tahu adalah ketua.

Modal awal untuk BUMDes sebesar Rp. 50.000.000 dengan sistem bagi hasil”, terang mantan Pj Kepala Desa kepada wartawan.

Sementara saat awak media mengkonfirmasi kepada ketua BUMDes Pandean mengatakan dana sebesar Rp. 50.000.000 telah bentuk barang.

“Dana yang digelontarkan pemerintahan desa untuk BUMDes sudah berbentuk baramg, kendatipun pernah merugi yang namanya usaha masih bisa disikapi, soal pembukuannya ada di ketua BUMDes Kecamatan“, terangnya saat dikonfirmasi di kediamannya.

Lebih lanjut dipertanyaakan siapa ketua BUMDes tingkat sekecamatan pihaknya mengaku lupa siapa namanya.

“Saya lupa namanya, tapi saya punya nomer telpon celulernya, ini saya telpon namun tidak nyambung masih bisa”, tambahnya.

Ditambahkan ketua BUMDes sejak dilantik oleh mantan kepala desa yang lama hingga hari ini pihaknya mengaku belum koordinasi seputar kegiatan Badan Usaha Milik Desa tersebut.

“Sampai saat ini saya belum pernah ke Kades yang sekarang, kan sampean tahu sendiri nasibnya calon kepala desa yang kalah“, ungkapnya.

Sementara Budiono, selaku ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Pandean mengungkapkan bahwa BUMDes saat ini fakum, pihaknya selaku BPD hanya melakukan monitoring saja.

“Kami sebagai BPD hanya melakukan monitoring terhadap Badan Usaha Milk Desa karena dana tersebut dari dana Desa, untuk sementara BUMDes masih fakum, untuk lebih jelas selanjutnya sampean langsung ke kepala desa saja”, tutur ketua BPD sembari mengarahkan awak media menemui Kepala Desa.

Fathol Wari Kepala Desa Pandean saat dikonfirmasi menyatakan bahwa pihaknya belum ada komunikasi dari ketua BUMDes sampai saat ini.

“Sejak saya dilantik menjadi Kepala Desa hingga saat ini ketua BUMDes belum ada komunikasi kepada saya mengenai BUMDes tersebut mas”, tuturnya kepada awak media. (Qosim)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.