Catatan Perjalanan ke Situs Megalit Gunung Padang Cianjur

  • Whatsapp

CIANJUR, IN.ID | Situs Gunung Padang digadang-gadang sebagai salah situs tertua di dunia. Situs berusia 10 ribu tahun ini disebut semasa dengan situs Göbekli Tepe di Turki.

Situs ini diperkirakan pertama kali dibangun pada 8000 SM. Usianya bahkan lebih tua dari Piramida di Mesir yang dibangun sekitar 2500 SM, peninggalan kota tua Mahenjo Daro dan Harrapa di India yang berusia 3.000 tahun, dan budaya Mesopotamia yang berada di era yang sama.

Bacaan Lainnya

Konon kabarnya Gunung Padang adalah tempat bertapa Sri Baduga Prabu Siliwangi oleh karenanya di teras atau undakan ketiga ada tempat bertapa Prabu Siliwangi dimana kita wajib melepas alas kaki untuk memasukinya.

Kuat dugaan bahwa Situs Megalitikum Gunung Padang tidak dibangun pada satu era. Tapi struktur tersebut dibangun berkelanjutan dalam tiga masa dari 8.000 SM hingga 1.000 SM.

Lapisan tertua yang berusia 10 ribu tahun tertimbun di bawah tanah. Sementara lapisan termuda berusia 3.000 tahun. Hebatnya struktur bangunan yang menyerupai candi ini seperti sengaja disamarkan.

“(Seperti) sengaja ditimbun pakai tanah dan didirikan megalith sederhana di atasnya. Ini masih jadi misteri, kenapa dibuat seperti itu. Kecenderungannya sih disamarkan biar tidak dijarah orang,” ujar Ketua Koordinator Penelitian Gunung Padang itu.

Penulis sangat menyayangkan sikap pemerintah yang seakan tidak peduli dengan situs yang digadang-gadang sebagai situs tertua di dunia. Sebab, sejak berakhirnya pemerintahan SBY, proyek pemugaran situs ini tak lagi berlanjut.

Diera Presiden Jokowi tidak sekalipun ada pemugaran atau penambahan fasilitas apalagi penelitian khusus dari pemerintah tentang apa dan bagaimana Gunung Padang.

Gunung Padang nampak terkatung-katung, kurang diperhatikan. Padahal merupakan warisan Indonesia yang besar. Bukan hanya untuk ilmu pengetahuan, tapi bisa jadi ikon pariwisata yang tidak kalah dengan piramida di Mesir ujar pemandu wisata private Kang Memed yang diamini oleh warga sekitar.

Tambah Memed bahwa di Gunung Padang juga terdapat Batu Gendong, Batu Harimau, Batu Kujang, Batu Gamelan/Saron serta Batu Kacapi dimana Batu Gamelan dan Batu Kacapi akan berbunyi jika dipukul/atau dihentikan jemari di atas bilah batunya.
Gunung Padang selain Situs Megalit dikaitkan pula dengan Jabbal Nur atau Gunung Cahaya di Mekkah.

Adapun luas bangunan Situs Gunung Padang yakni 900 meter persegi dengan areal seluas 3 Hektar serta berada di 885 MDPL.

Megalit terbesar se Asia Tenggara ini berlokasi di Kp. Gunung Padang, Ds. Karyamukti, Kec. Campaka, Kab. Cianjur, Prov. Jawa Barat.
(Agus Yusbiyadi)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.