Dampak Badai & Angin Kencang Nelayan Tak Diizinkan Melaut

  • Whatsapp

BANDA ACEH, IN.ID | Suheri Saputra Atau Tgku Banda menghimpun liputan pada Selasa dini hari, 31/05/2022 pukul 14:30 wib. Dalam liputannya menerangkan melalui kiriman WhatsAppnya pada media ini.

Sejumlah boat tangkap ikan masih bersandar di Dermaga PPS Kutaradja Lampulo menunda melaut. Karena badai masih sangat kuat dan kencang,” terangnya pada Selasa 31/05/2022.

Bacaan Lainnya

Unit Pelaksana Teknis Daerah Pelabuhan Perikanan Samudera (UPTD PPS) Kutaradja Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Aceh sejak Minggu 29/05/2022 menyetop menerbitkan izin berlayar atau melaut bagi boat tangkap nelayan yang bermarkas di Dermaga PPS Kutaradja Lampulo, Banda Aceh. Penyetopan izin berlayar menyusul kondisi laut saat ini yang dilanda badai dan angin kencang.

“Hal itu juga sebagaimana hasil pantauan Badan Metrologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Aceh, dimana tekanan angin badai di tengah laut saat ini masih sangat tinggi mencapai 25-30 knot/jam,” katanya Suheri Saputra.

“Untuk tekanan angin sebesar itu sangat berbahaya bagi nelayan yang pergi melaut,” tegas Kepala UPTD PPS Kutaradja DKP Aceh, Fani, Selasa 31/05/2022.

Dijelaskan hingga Senin (30/5/2022) pukuk 16:00 Wib informasi yang mereka terima dari BMKG, tekanan angin di tengah laut masih tinggi berkisar 20 knot/jam. Tekanan angin berkurang menjadi 10 knot/jam pada pukul 19:00 wib. Namun pada malam hari sekitar pukul 22:00 Wib tekanan angin kembali naik mencapai 30 knot/jam,” terangnya lagi.

“Karena tekanan angin belum stabil dan setiap tiga jam sekali mengalami perubahan, kami belum bisa mengeluarkan izin nelayan untuk pergi melaut karena bisa membahayakan,” terang Fani melanjutkan.

Sebab jika tekanan angin sudah mencapai angka 30 knot/jam. Ketinggian gelombang mencapai 3-4 meter, untuk ombak setinggi itu sangat berbahaya bagi nelayan. Kalaupun boat nelayan ada yang melaut hasil tangkapannya dipastikan sedikit,” ungkapnya.

“Bagi nelayan yang sebelumnya sudah mengambil surat izin melaut namun tak jadi berangkat karena angin kencang dan badai. Bisa mengusul permohonan izin kembali saat kondisi luat sudah kembali normal,” tambah Fani.

Suheri Saputra Alyas Tgku Banda yang melakukan pemantuan ke dermaga I dan II PPS Kutaradja Lampulo pada Selasa 31/05/2022 siang, boat-boat nelayan baik yang ukuran 5-30 GT dan ukuran 31-100 GT masih banyak yang sandar.

Amin seorang tekong boat mengatakan mereka belum berani melaut karena angin dan badai masih kencang berkisar 20-30 knot/jam.

“Tekanan sebesar itu katanya sangat berbahaya bagi nelayan, namun begitu lanjut Amin sambil menunggu badai reda, mereka mempersiapkan berbagai logistik untuk keperluan melaut,” jelas Amin.

“Sementara Dampak dari angin kencang dan badai kata Murdani salah satu pedagang pengumpul ikan di PPS,” jelasnya lagi.

“Lampulo mempengaruhi harga lelang ikan jadi naik. Ikan kualitas medium seperti ikan lisong dan tongkol krai maupun ikan kualitas premium, seperti ikan tuna dan ikan tongkol sirip kuning akan bergerak naik,” terangnya.

“Tapi kenaikannya masih berada pada batas-batas normal, ikan kualitas medium di lelang dengan harga Rp 15.000/kg dan kualitas premium Rp 48.000/kg,” ujar Murdani. (Aldi/Red)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.