Dapat Teguran ke 3, Warga Masih Dapati Dugaan Peredaran Miras di Mr Ball

  • Whatsapp
Foto: Kasat Pol PP Sumenep Laili Maulidy

SUMENEP, IN.ID | Pada Rabu tanggal 08 Juni 2022 lalu Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasat Pol PP) Kabupaten Sumenep Laili Maulidya mengatakan, bahwa pihaknya sudah mengeluarkan surat teguran ke 3 terhadap pengelola Mr Ball Lounge and Billiar.

Teguran ke 3 dikeluarkan pasca dalam rentan 13 hari, sebelumnya Sat Pol PP sebagai penegak Perda sudah melayangkan surat teguran ke 2. Namun masih mendapatkan laporan tentang aktivitas jual beli miras di Mr Ball.

Bacaan Lainnya

Salah satu poin dalam berita acara yang dihadiri oleh pengelola, bahwa pihak manajemen atau pengelola tidak akan melakukan jual beli miras. Pasca itu warga sekitar lokasi Mr Ball masih mendapati bukti tentang pelanggaran berupa dugaan aktivitas jual beli miras oleh pengelola.

Menurut salah satu tokoh masyarakat sekitar, Moh Sahri mengatakan, warga sudah sangat cukup resah dengan kondisi tersebut. Bahkan pihaknya khawatir, keluhan warga ini akan terus berlarut-larut tanpa penyelesain dan akan mencoreng kondisi lingkungannya.

“Ya masih sama buka terus tiap malam dan tetap rame dengan aktivitas yang sama,” katanya, Kamis 14/07.

Pasalnya, teguran yang sudah dikeluarkan sebanyak 3 kali oleh Sat Pol PP tidak lantas membuat pengelola jera. Tidak hanya itu warga juga mendapati aktivitas yang semakin tidak menghargai keberadaan masyarakat sekitar, karena tetap membuka pada saat malam takbir hari raya Idul Adha kemarin.

Padahal perayaan hari raya itu merupakan sesuatu hal yang sakral bagi masyarakat sekitar yang notabene mayoritas beragama Islam.

“Dari saking beraninya pada malam hari raya Idul Adha Mr Ball tetap buka hingga larut malam,” ungkapnya.

Tidak hanya itu, dalam kurun waktu satu bulan terakhir berdasarkan data yang dihimpun terjadi perkelahian sebanyak tiga kali di Mr Ball. Peristiwa pertama terjadi pada Sabtu malam Minggu dini hari tanggal 05 Juni 2022 bulan lalu antar sesama pengunjung di halaman Mr Ball. Selang beberapa waktu kembali terjadi tindakan kekerasan yang juga melibatkan sesama pengunjung. Dan terbaru terjadi pada tanggal 07 Juli 2022 yang berujung laporan kepolisian.

Kekerasan itu dialami oleh pengunjung berinisial AFP (20) warga Desa Pinggir Papas, Kecamatan Kalianget yang saat itu berkunjung ke Mr Ball dan selang beberapa waktu setelah keluar korban didatangi segerombolan orang yang langsung menyerangnya.

Rangkaian peristiwa itu menurut Sahri sangatlah memprihatinkan, dan tentu sebagai warga sekitar sangat khawatir lingkungan yang ditinggalinya menjadi episentrum penyakit sosial. Lebih jauh, Sahri menduga ada pembiaraan yang dilakukan aparat terkait, sehingga terlihat manajemen Mr Ball tidak mengindahkan semua peringatan yang terjadi.

Kasat Pol PP Laili Maulidya melalui pesan singkat WhatsApp membantah bahwa melakukan pembiaran terhadap Mr Ball atau memberikan buck up. “Terkait dugaan seperti yang dimaksud, pada dasarnya kami secara instansi dan kelembagaan tidak pernah memerintahkan membekingi Mr Ball,” terangnya, Rabu 13/07 malam.

Kasus Mr Ball Sudah Dilaporkan ke Tim TP3

Dikonfimasi perihal laporan terbaru warga tentang dugaan pelanggaran peredaran miras dan jam buka yang sampai larut malam pasca dikeluarkan teguran III. Kasat Pol PP Laili Maulidya menyampaikan secara aturan tindakan selanjutnya yang dapat dilakukan oleh Sat Pol PP melalui kewenangannya melaporkan ke Tim TP3.

Jadi kata dia, pihaknya tidak serta merta melakukan tindakan penutupan terhadap Mr Ball. Akan tetapi menunggu rekomendasi dari hasil kajian Tim TP3, yang terjadi dari Dinas teknis dan unsur yudikatif Polri dan TNI.

“Sesuai aturan yang ada kalau sampai ke punutupan izin atau pencabutan izin mrnunggu hasil dari tim TP3,” paparnya, Rabu 13/07.

Secara terpisah pada beberapa waktu lalu awak media mencoba mengkonfirmasi pengacara Mr Ball Alvian pada 28 Juni 2022 melalui saluran telpon/HP dan pesan singkat WhatsApp, belum bisa memberikan keterangan karena sedang sakit dan sedang menjalani pengobatan di RSUP Dr Sardjito Yogyakarta. Ia hanya menyampaikan, “Semoga dalam waktu dekat ya mas,” singkatnya.

Media ini pada tanggal 01 Juli 2022 pukul 17: 52 lalu kembali menghubungi pengacara Mr Ball. Namun tidak menjawab padahal pesannya yang terkirim dan centang biru. (Thofu)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.