Dua Kepala Desa Surati Pemkab dan Polres Sumenep

  • Whatsapp
Foto: Kepala Desa Gedungan Masjukun dan Sekdes Gunggung beserta surat permohon penutupan Mr Ball Laounge and Billiard.

 

SUMENEP, IN.ID | Dugaan peredaran Minuman Keras (Miras) di Mr Ball Lounge and Billiayard membuat dua Pemerintah Desa yakni Desa Gunggung dan Desa Gedungan, Kecamatan Batuan, Kabupaten Sumenep mendesak aparat yang berwenang segera melakukan tindakan.

Bacaan Lainnya

Menurut Busar Sekretaris Desa Gunggung mengatakan, pihaknya seringkali menerima aduan utamanya dari warga Dusun Gunggung Barat RT/RW 02/01 yang lokasinya tepat berada di belakang Mr Ball.

“Jika benar itu melanggar hukum. Tolonglah sebagai bangsa yang berlandaskan hukum mari aparat tindak dan tegakkan,” katanya saat ditemui sejumlah media di kantornya, Senin (30/05/2022).

Dengan kondisi lapangan tersebut masyarakat mulai khawatir anak-anak muda yang masih puber di lingkungannya dapat terjerat hal-hal yang melanggar nilai.

Sementara pemuda sebagai pewaris masa depan bangsa dan negara dapat terhambat, dengan terkikis moral serta norma berbangsa dan bernegara.

“Jika betul Mr. Ball bukan sekedar sarana olah raga itu sangat meresahkan sekali“, paparnya.

Lebih lanjut Busar menyampaikan bahwa sejak awal pihaknya tidak mengetahui keberadaan Mr Ball berikut aktivitas usaha yang dijalani. Karena memang tidak ada pemberitahuan ke Pemdes Gunggung meskipun lokasi tersebut tidak tepat berada di desanya. Namun, tempatnya cukup berdekatan dengan salah satu dusun di desa Gunggung.

“Sejak awal hingga saat ini pihak Mr Ball belum pernah memberitahukan ke desa”, tambahnya.

Senada disampaikan Kepala Desa Gedungan Masjukun mengatakan bahwa, pihaknya juga dikeluhkan warganya dan beberapa tokoh masyarakat sekitar tentang aktivitas Mr Ball.

“Saya berharap pihak Kepolisian dan SatPol PP benar-benar menertibkan kegiatan itu”, harap kepala Desa.

Kepada media kedua pejabat tinggi tingkat Desa mengatakan telah menyurati stake holder, yang ditanda tangani bersama dengan tokoh masyarakat terkait keberadaan Mr. Ball Laouge and Billard.

“Saya memang bertanda-tangan di surat peringatan atau penolakan terhadap adanya kegiatan di Mr Ball”, lanjut Masjukun.

Ditegaskannya, surat tersebut terpaksa dibuat, karena Pemdes Gedungan sudah seringkali mendapat keluhan menganai aktivitas Mr Ball dalam menjalankan usahanya. Salah satunya suara bising yang dihasilkan bunyi sound system Mr Ball yang dapat mengganggu kegiatan sosial masyarakat layaknya pesta hajatan. Bahkan terkadang jam buka Mr Ball sudah melewati waktu yang mana banyak masyarakatnya sudah istirahat malam.

Selain kedua Pemdes terdapat beberapa tokoh agama juga ikut serta menandatangi surat tersebut, diantaranya KH. Abu Bakar takmir masjid Nurul Iman Gunggung, K. Marwahawan Katua NU Gunggung, K. Hammam Pengasuh Madrasah, K. Suwardi pengasuh Musholla Alfalah.

Sedangkan dari pihak tokoh maayarakat Sutikno Ketua RT 02 Gunggung Barat dan H. Samsi Ketua RT 01 Gunggung Barat. Sahriyanto, Molyono, dan juga Ahmad Darwis sebagai Tokoh Masyarakat.

Juga ikut serta wakil dari tokoh perempuan, menandatangani dalam penolakan tersebut yaitu Saniyatun, dalam surat tersebut warga, tokoh Agama serta Tokoh masyarakat dan Kedua Pemdes memberi waktu 7 hari terhitung sejak ditanda-tanganinya surat aduan tersebut yang dikirim kepada aparat untuk melakukan langkah penutupan terhadap Mr Ball Lounge and Billiard.

“Dikarenakan telah melanggar izin yang ada dari peruntukannya, serta diduga kuat melanggar Pasal 21, Pasal 23 dan Pasal 25 Perda Sumenep Nomor 03 tahun 2022 tentang ketertiban umum, dan juga diduga kuat memenuhi unsur pidana sebagaimana Pasal 300 KUHP, dengan bukti-bukti terlampir, Jika aparat dan Pemerintah Kabupaten tidak bisa menindak maka, kami bersama seluruh Warga Desa Gunggung dan Gedungan yang akan melakukan penindakan,” demikian isi surat tersebut. (ImK/Red)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.