Festival Jaran Serek Sebagai Ajang Pelestarian Budaya dan Pemberdayaan UMKM Sumenep

  • Whatsapp

SUMENEP | IndependentNews.id | Calender of Events – Dalam rangka melestarikan budaya leluhur dan meningkatkan ekonomi masyarakat, Pemerintah Kabuaten Sumenep kembali menggelar Festival Jaran Serek. Gelaran ini juga menjadi ajang strategis untuk melestarikan warisan leluhur dan secara otomatis dapat meningkatkan perputaran ekonomi masyarakat.

Hadir dalam gelaran tersebut Bupati Sumenep, pimpinan Forkopimda, Sekretaris Daerah beserta asisten Sekda, Kepala OPD dan ribuan masyarakat umun yang terlihat antusias menonton penampilan Jaran Serek.

Bacaan Lainnya

Dalam sambutannya Bupati Sumenep Dr. Achmad Fauzi Wongsojudo, SH, MH, saat membuka acara di depan Labang Mesem Keraton Sumenep. mengatakan, “Jaran Serek merupakan warisan budaya leluhur masyarakat Sumenep yang harus terus dijaga dan diperkenalkan kepada generasi muda, agar tidak punah ditelan zaman,” sambut Bupati Sumenep.

Lanjut Bupati, pelestarian budaya lokal adalah tanggung jawab kita bersama. Jadi bukan hanya tanggungjawab Pemerintah Daerah. Partisipasi aktif masyarakat khususnya para pecinta seni tradisional sangat diharapkan. Karena gelaran ini juga memiliki potensi menarik wisatawan dan tentinya dapat meningkatkan pariwisata bekelanjutan.

“Kami menginginkan Festival Jaran Serek tidak berhenti sebagai tontonan tahunan semata, tetapi menjadi momentum kolektif untuk menjaga dan mengembangkan tradisi. Di sisi lain, ini juga membuka ruang ekonomi baru bagi masyarakat,” ungkap Bupati.

Karena pagelaran Jaran Srrek tahun ini menampilkan berbagai attraksi budaya tradisional. Yakni Musik Tongtong dan Saronen. Jadi gelaran tersebut tidak hanya menjadi hiburan festival semata, akan tetapi juga sebagai ajang pembelajaran budaya pada masyarakat dan sekaligus dapat mengangkat potensi ekonomi melalui keikutsertaan para pelaku usaha ekonomi kreatif.

Sebagai laporan yang membanggakan yaitu jumlah peserta festival yang meningkat, kalau tahun sebelumnya hanya 60 sekarang menjadi 75 ekor kuda yang ikut memeriahkan festival. Jadi festival tahun ini menunjukkan antusiasme masyarakat cukup tinghi. Dengan demikian Pemerintah Daerah akan terus mendukung kegiatan budaya dan tentunya melibatkan barbagai lapisan masyarakat dan pelaku UMKM yang nantinya dapat terus bergerak mensejahterakan masyarakat. (NM Sholeh/Red)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan