SEMARANG | IndependentNews.id | Wacana seputar pelaksanaan Muktamar Jam’iyyah Ahlith Thariqah Al Muktabaran An Nahdliyah (JATMAN) terus bergulir. Sebelumnya dalam pertemuan para pengurus Idarah Wustho JATMAN mengadakan pertemuan penting, yang terkabung dalam organisasi Forum Mursyidin Indonesia (FMI) di Semarang, Jawa Tengah.
Peretemuan para Mursyid Thoriqoh/Tarekat dihadiri oleh Katib Aam PBNU KH Ahmad Said Asrori. Ia mengatakan bahwa JATMAN telah dengan secara sadar dan sengaja mengubah status hukumnya dari badan otonom perkumpulan jamiah Nahdlatul Ulama menjadi entitas badan hukum perkumpulan tersendiri.
“Artinya ini ingin mengeluarkan diri dari induknya Nahdlatul Ulama,” ujarnya dilansir dari Liputan9news, Kamis (28/11/2024).
Mendengarkan usulan-usulan dari para Mursyid dan para masyayik para Kyai, “Monggo kami haturkan demikian yang bisa kami sampaikan dan tentu Kami mengucapkan terima kasih,” tuturnya.
Ia juga menyampaikan, kemarin kami kaget memang di bel langsung oleh Kyai Asyuri bahwa pada hari ini ada acara. Langsung semua acara kami kalahkan untuk sowan ke sini.
“Saya juga alhamdulillah bisa sekalian silaturahim kepada para Kyai terutama guru saya Kyai saya KH. Ahmad Chalwani Nawawi saya tabah di sana dulu kurang lebih 2 tahun lebih di Pondok Pesantren Berjan, waktu Hadratussyekh Mbah Kyai Nawawi Berjan masih Sugeng dan waktu wafat saya masih di sana awal-awal Kyai Ahmad Chalwani pundut dari Lirboyo demikian yang bisa kami sampaikan terima kasih,” pungkasnya. (MFA)
Foto : KH. Ahmad Haris Shodaqoh, pengasuh pondok pesantren Al Itqon Bugen, Kota Semarang. Beliau merupakan Rois Syuriyah PBNU, dan juga Mustasyar PWNU Jawa Tengah







