Kelompok 8 PDB A42 Adakan Seminar Kebangsaan Hormati Hak Sipil

  • Whatsapp

SURABAYA, IN.ID | Kelompok 8 PDB A42 telah menyelenggarakan Seminar Kebangsaan guna meningkatkan wawasan dan sikap pentingnya penghormatan hak sipil di dalam masyarakat di Gedung Kuliah Bersama (GKB) Kampus C Universitas Airlangga pada Senin (14/11).

Seminar yang bertemakan “Penyempitan Ruang Sipil dan Gejolak Kebangsaan di Indonesia” ini mengundang Jobel Eron Simorangkir yang merupakan pegiat isu Hak Asasi Manusia, terutama dalam kajian hak-hak sipil. Seminar ini secara umum bertujuan untuk menyosialisasikan pentingnya menghormati hak sipil masyarakat dalam menjaga jiwa kebangsaan di tengah-tengah masyarakat. Secara khusus, seminar ini merupakan salah satu rangkaian kegiatan project kebangsaan yang dilakukan oleh Kelompok 8 PDB A42 Universitas Airlangga.

Bacaan Lainnya

Hak asasi manusia merupakan hak-hak dasar yang dimiliki manusia. Hak-hak dasar tersebut meliputi hak hidup, hak kebebasan, dan lain sebagainya. Hak asasi manusia perlu dipandang sebagai tantangan darurat di dunia internasional pasca Perang Dunia II.

“Berbicara soal HAM, HAM itu merupakan hak dasar yang dimiliki manusia sejak lahir. HAM ini melekat pada diri manusia yang harus dihormati, dijunjung, dan dilindungi oleh negara. Tentunya, hal ini menjadi suatu kegentingan darurat pasca-Perang Dunia II,” ujar Jobel Eron di dalam sesi materi.

“Tetapi, jika melihat per hari ini, terdapat banyak penyempitan ruang sipil di dalam masyarakat, sebagai contohnya yakni masih banyaknya kriminalisasi dan peraturan hukum yang cenderung dapat diotak-atik penafsirannya atau bersifat ‘karet’, sehingga kita tahu di dalam masyarakat masih banyak penyempitan-penyempitan ruang sipil di lapangan atau secara struktural,” tambahnya.

Ketua Pelaksana Seminar, M. Rizqi Senja Virawan, menuturkan bahwa diskursus-diskursus seperti ini sangat penting, apalagi dengan melihat begitu pentingnya penghormatan hak sipil di dalam masyarakat, seperti yang telah ada di paparan materi. Tentunya, sebagai generasi muda, kita perlu menjadi pelopor dalam menegakkan hak-hak dasar manusia, sehingga perjalanan kehidupan akan berlangsung damai dan sejahtera.

“Penting kiranya sebagai generasi muda, terutama sebagai mahasiswa, ya, untuk menjadi pelopor dalam penegakkan hak-hak dasar seperti ini. Jangan takut. Diskursus seperti seminar kali ini merupakan salah satu bentuk pengingat bagi kita semuanya, bahwa hak-hak dasar di dalam masyarakat belum sepenuhnya dihormati dan dijunjung tinggi,” ujar Senja. (Kelompok 8 PDB A42 Unair)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan