WONOGIRI | IndependentNews.id | Puncak acara HUT ke-80 PGRI Kabupaten Wonogiri digelar di gedung PGRI Wonogiri (27/12) dihadiri Bupati Wonogiri, Setyo Sukarno bersama Wakil Bupati Wonogiri, Imron Rizkyarno serta Ketua PGRI Jawa Tengah, Dr Muhdi bersama Ketua PGRI Kabupaten Wonogiri, Drs Mulyatno. Hadir pula dalam kesempatan itu Pengurus Cabang PGRI tiap kecamatan se Kabupaten Wonogiri.
Dalam kesempatan sambutannya, Ketua PGRI Kabupaten Wonogiri, Drs Mulyatno menegaskan komitmen guru dalam mendukung pembangunan Kabupaten Wonogiri.
“PGRI sebagai organisasi profesi senantiasa mendukung visi misi Bupati untuk mencapai pembangunan Kabupaten Wonogiri yang berkelanjutan. Dalam rangka memeriahkan HUT PGRI Kabupaten Wonogiri tahun ini difokuskan pada pemberdayaan perempuan melalui peningkatan kapasitas. Serta berbagai lomba; catur, volley ball, sepak bola antar distrik dan menulis dongeng berbahasa Jawa,” ungkap Drs Mulyatno.
Drs Mulyatno juga menambahkan bahwa ada beberapa anggota PGRI Wonogiri yang memperkuat Provinsi Jateng di event kejuaraan PGRI tingkat nasional. Hal ini tentu prestasi membanggakan.
Sementara, Bupati Wonogiri, Setyo Sukarno dalam sambutannya selain mengucapkan selamat atas HUT ke-80 PGRI Kabupaten Wonogiri, juga mengajak para guru untuk bekerja keras meningkatkan profesionalitasnya.
“Tantangan guru kedepan tidak semakin ringan seiring kecanggihan teknologi dan informasi, maka sudah selayaknya para pendidik selalu meningkatkan profesionalitasnya untuk menyiapkan generasi yang berkarakter. Guru juga dapat berperan menjadi agen informasi yang akurat di era digital terkait peran pendidikan dan pembangunan di Kabupaten Wonogiri,” harap Setyo Sukarno.
Pada gelaran HUT ke-80 PGRI Kabupaten Wonogiri terdapat satu lomba yang unik namun berkaitan sangat erat dengan profesi guru yaitu lomba menulis dongeng berbahasa Jawa. Lomba ini disamping langka juga diharap menjadi sebuah kompetensi bagi guru.
Salah satu guru yang berhasil keluar sebagai juara menulis dongeng, Berkah Handayani berpendapat bahwa lomba ini memiliki tantangan tersendiri.
“Lomba menulis dongeng berbahasa Jawa bagi guru yang diselenggarakan oleh PGRI Kabupaten Wonogiri mampu memberikan tantangan tersendiri terkhusus bagi guru-guru muda. Karena saat ini bahasa Jawa menjadi momok bagi murid-murid di semua tingkatan dan bagi guru guru muda di lingkungan satuan pendidikan. Melalui lomba ini mampu mengasah keterampilan berbahasa Jawa bagi guru yang dituangkan dalam bentuk karya dongeng yang bisa dijadikan bahan bacaan sekaligus dapat dijadikan media untuk memperkuat karakter siswa,” ungkap Berkah Handayani. (Kun/Red)







