Resmikan Monumen Tugu Keris Sumenep, Fadli Zon: Symbol Budaya Mendunia

  • Whatsapp

SUMENEP | IndependentNews.id | Sumenep adalah kabupaten yang terletak di ujung timur Pulau Madura saat ini mengukir sejarah baru. Tepatnya di desa Sendang, kecamatan Pragaan, kabupaten Sumenep resmi berdiri Monumen Tugu Keris Arya Wiraraja setinggi 17 meter sebagai symbol kejayaan budaya pulau Madura.

Menurut Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo, mengatakan, dengan berdirinya monumen keris ini adalah sebagai symbol, bahwa kabupaten Sumenep memiliki identitas budaya sebagai Kota Keris. Yang tujuan utamanya adalah meyakinkan kepada dunia tentang keris sebagai karya seni dan produk budaya yang berpusat di Kabupaten Sumenep.

Bacaan Lainnya

“Monumen keris ini memiliki panjang 9 meter dengan berat sekitar 5 ton dengan fondasi 8 meter. Dan untuk bilahnya sepanjang 7 meter, pegangan keris 2 meter, tinggi seginya 8.8 meter dan bunga kelopak sebanyak 45 buah,” terang Bupati Achamad Fauzi.

Dalam kesempatan ini Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon menghadiri langsung dan meresmikan berdirinya Monumen Tugu Keris Arya Wiraraja yang ditandai dengan penandatanganan prasasti dan pemukulan gong yang didampingi oleh Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo.

Dalam sambutannya, Menteri Kebudayaan RI Fadli Zon menyampaikan apresiasi mendalam atas inisiatif Bupati Sumenep yang telah mewujudkan monumen bersejarah tersebut.

“Ini bukan sekadar tugu, melainkan sebagai simbol kebangkitan kebudayaan. Keris adalah identitas, bukan hanya bagi kabupaeten Sumenep, tetapi bagi seluruh bangsa Indonesia,” terangnya.

Keris bukan hanya sekadar pusaka, akan tetapi keris telah menjadi bagian dari ekosistem budaya yang hidup dan berkembang. Sumenep, dengan warisan empu-empu legendarisnya, telah membuktikan diri sebagai pusat pembuatan keris terbaik di Nusantara.

“Kualitas dan kuantitas dan keris dari Sumenep tidak tertandingi. Para empu terbaik lahir di sini. Sumenep memang layak disebut sebagai Kota Keris,” jelas Fadli Zon.
Apalagi sejak tahun 2005, UNESCO telah mengakui keris sebagai Warisan Budaya Tak Benda Dunia. Pengakuan ini menjadi amanah bagi Indonesia untuk terus melestarikan, mengembangkan, dan menjadikan keris sebagai bagian dari kebudayaan global.

“Kita sering berbicara tentang kekayaan alam sebagai aset nasional, tetapi sesungguhnya budaya juga adalah kekayaan kita yang tidak ternilai. Keris adalah bukti betapa kayanya peradaban bangsa ini,” lanjutnya.

Fadli Zon mengarahkan bahwa keris tidak hanya berakar pada sejarah, tetapi juga terus berevolusi. Ia membagi keris dalam dua kategori: keris sepuh dan keris kontemporer. Dia juga mengaku selalu membawa keris sebagai simbol diplomasi budaya dalam setiap kunjungannya ke manca negara.

“Keris yang buat saat ini adalah keris kontemporer. Jangan ragukan kualitasnya, karena kelak, keris-keris ini juga akan menjadi bagian dari sejarah. Dan bahkan setiap kali bertemu pejabat tinggi negara lain, saya selalu memberikan keris sebagai hadiah. Dan keris yang saya berikan selalu berasal dari Madura,” pungkasnya dengan bangga. (Shlh/Red)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan