LOMBOK BARAT | IndependentNews.id | DPC PDI Perjuangan Kabupaten Lombok Barat, siap menghadapi berbagai kemungkian skenario Pemilu kedepan paska Putusan MK No 135/PUU-XXII/2024, yang membagi Pemilu dalam dua tahap, yakni Pemilu Nasional untuk Pilpres, DPR RI, DPD RI pada 2029 dan Pemilu Daerah untuk Pilkada, DPRD Provinsi, dan DPRD Kab/ Kota pada 2031. terang Bendahara DPC PDI Perjuangan Sri Wardany.
“Kita telah banyak belajar dari Pemilu 2024 lalu dan sebagai Partai pelopor yang berbasis ideologi, kita didik selalu siap dengan berbagai setrategi yang menjadi instruksi DPP dan DPD Partai”, tandasnya.
Kehilangan 3 kursi di Kabupaten Lombok Barat, menjadi motifasi DPC PDI Perjuangan Lobar untuk memenangkan kembali pemilu mendatang dengan loncatan politik yang lebih terstruktur, sistematis, dan masif.
“tentunya kita menunggu arahan DPP untuk agenda kongres yang dilanjutkan dengan musda dalam menentukan langkah strategis partai”, ungkapnya.
Sri Wardany juga menjelaskan kerja politik partai di Lobar saat ini dengan memulai mengkonsolidasikan instrumen-instrumen partai yang ada.
“kita tengah mulai mengkonsolidasikan sayap-sayap partai yang ada seperti Baitul Muslimin Indonesia (Bamusi), Banteng Muda Indonesia (BMI), Relawan Perjuangan Demokrasi (Repdem) dll, sebagai instrumen yang nantinya akan solid dalam satu rampak barisan dalam memenangkan pemilu di Lobar mendatang”, tegas Sri Wardany.
Selain itu sebagai Partai yang inklusif, Sri Wardany senantiasa untuk merangkul dan menghimbau semua elemen masyarakat di Lombok Barat kususnya gen z guna mengkonsolidasikan diri bersama PDI Perjuangan sebagai kanal politik dalam mewujudkan cita-cita kemerdekaan.
“Di era digitalisasi saat ini sudah selayaknya Mahasiswa dan Gen Z untuk mengkonsolidasikan diri dalam partai politik, dan PDI Perjuangan membuka luas ruang tersebut”, pungkasnya. (YR)







