SEMARANG | IndependentNews.id | Tiga penghargaan sekaligus berhasil diraih tim mahasiswa Universitas Diponegoro dalam MEGAMIC Business Plan Competition (MBPC) 2026. Pada Grand Final yang diselenggarakan di Universitas Islam Sultan Agung (UNISSULA), Semarang, Selasa (21/7/2026) yang lalu.
Tim Undip meraih Juara 3 Nasional, Best Proposal, dan Best Presentation melalui gagasan bisnis berkelanjutan yang mengangkat pemanfaatan limbah industri kelapa sawit menjadi produk pet care biodegradable bernilai tambah.
Capaian tersebut memiliki catatan tersendiri. Berdasarkan mekanisme resmi kompetisi, Best Proposal diberikan kepada tim dengan nilai proposal tertinggi, sedangkan Best Presentation diberikan kepada tim dengan nilai presentasi tertinggi pada Grand Final.
Sementara itu, penentuan juara utama menggunakan akumulasi 30 persen nilai proposal dan 70 persen nilai presentasi Grand Final. Dengan demikian, tim Undip tidak hanya memperoleh posisi tiga besar secara keseluruhan, tetapi juga mencatatkan performa terbaik pada dua tahapan utama kompetisi.
Tim tersebut diketuai Rafa Tamlikha Efendi, mahasiswa S1 Akuntansi Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB) Undip angkatan 2025, bersama Bayu Saputra, mahasiswa S1 Kimia Fakultas Sains dan Matematika (FSM) angkatan 2024, serta Damai Christi Aritonang, mahasiswa S1 Manajemen FEB Undip angkatan 2024.
Komposisi lintas disiplin tersebut menjadi salah satu fondasi pengembangan gagasan karena setiap anggota membawa perspektif berbeda, mulai dari pengembangan produk dan operasional, analisis pasar dan strategi pemasaran, hingga perencanaan bisnis dan kelayakan finansial.
MBPC 2026 merupakan bagian dari rangkaian MEGAMIC yang diselenggarakan Himpunan Mahasiswa Jurusan Manajemen FEB UNISSULA. Kompetisi bertema “Creating Innovative and Competitive Business Ideas for Future Opportunities” ini diarahkan untuk menguji kemampuan mahasiswa dalam merancang, menyusun, dan mempresentasikan rencana bisnis yang inovatif, solutif, serta memiliki nilai guna dan daya saing.
Dari persoalan limbah menuju penciptaan nilai
Gagasan yang dibawa tim Undip berangkat dari pertanyaan sederhana, yakni bagaimana hasil samping industri yang belum dimanfaatkan secara optimal dapat ditempatkan kembali dalam rantai ekonomi sebagai produk bernilai tambah. Tim kemudian mengembangkan konsep pasir kucing biodegradable berbasis pemanfaatan limbah industri kelapa sawit, dengan pendekatan ekonomi sirkular yang mempertemukan aspek lingkungan dan peluang bisnis.
Namun, inovasi tersebut tidak berhenti pada produk. Tim membangun rancangan bisnis yang mencakup pemetaan pasar, analisis kompetitor, strategi pemasaran, rencana operasional, model bisnis, proyeksi keuangan, analisis investasi, strategi keberlanjutan, hingga rencana pengembangan dan komersialisasi.
Pendekatan ini selaras dengan struktur penilaian kompetisi. Pada tahap proposal, peserta dinilai antara lain berdasarkan orisinalitas dan kreativitas ide, relevansi permasalahan, kelayakan bisnis, Business Model Canvas, analisis pasar, strategi pemasaran, serta aspek keuangan.
Akuntansi sebagai penghubung inovasi dan keputusan bisnis
Dalam tim, Rafa berfokus pada penyusunan model bisnis, proyeksi keuangan, analisis investasi, kelayakan finansial, serta strategi keberlanjutan. Perspektif akuntansi digunakan bukan hanya untuk mencatat angka, tetapi untuk menguji apakah suatu inovasi memiliki dasar ekonomi yang cukup kuat untuk dikembangkan menjadi usaha.
Analisis dilakukan melalui sejumlah indikator keuangan dan investasi, antara lain struktur biaya dan harga pokok, proyeksi laba rugi dan arus kas, titik impas, tingkat pengembalian investasi, nilai investasi, periode pengembalian modal, serta pengujian sensitivitas terhadap perubahan asumsi bisnis. Angka dan asumsi internal tidak dipublikasikan karena merupakan bagian dari strategi pengembangan usaha.
“Dalam kompetisi bisnis, inovasi tidak cukup hanya terdengar menarik. Ide juga harus mampu menjawab siapa konsumennya, bagaimana struktur biayanya, apakah investasi tersebut layak, dan bagaimana bisnis tetap bertahan ketika asumsi berubah. Di situlah perspektif akuntansi membantu kami menerjemahkan inovasi menjadi keputusan bisnis yang lebih terukur,” kata Rafa dalam press release yang dikirim ke redaksi, Jumat (7/8/2026).
Sementara itu, Bayu berfokus pada pengembangan aspek produk, operasional, dan teknologi, sedangkan Damai menangani analisis pasar, kompetitor, dan strategi pemasaran. Pembagian tersebut membuat tim dapat menguji inovasi dari tiga sisi secara bersamaan, yaitu apakah produk dapat dikembangkan, apakah pasar membutuhkannya, dan apakah model bisnisnya layak dijalankan.
20 menit presentasi, 15 menit mempertahankan gagasan
Setelah lolos seleksi proposal, tim melanjutkan ke Grand Final yang berlangsung secara luring pada 21 Juli 2026 di UNISSULA Semarang. Setiap finalis mendapat waktu 20 menit untuk presentasi dan 15 menit untuk sesi tanya jawab bersama dewan juri.
Pada tahap tersebut, penilaian tidak hanya berfokus pada tampilan presentasi.
Orisinalitas dan inovasi ide memiliki bobot 25 persen, kelayakan implementasi 20 persen, penguasaan materi 15 persen, kemampuan menjawab pertanyaan 10 persen, serta kerja sama tim 10 persen, di samping kualitas media, presentasi, dan manajemen waktu.
Rangkaian penilaian itulah yang kemudian menghasilkan tiga capaian bagi tim Undip. Best Proposal menunjukkan kekuatan rancangan bisnis sejak tahap tertulis, sedangkan Best Presentation mencerminkan kemampuan tim dalam mengomunikasikan dan mempertahankan gagasan di hadapan dewan juri. Kedua capaian tersebut kemudian dilengkapi dengan Juara 3 Nasional berdasarkan akumulasi penilaian keseluruhan.
Bagi tim, capaian ini menjadi pembelajaran bahwa inovasi berkelanjutan membutuhkan lebih dari satu bidang ilmu. Pengembangan teknologi perlu berjalan bersama pemahaman pasar, pengelolaan keuangan, dan strategi implementasi agar sebuah gagasan dapat bergerak dari konsep menuju solusi yang berpeluang diterapkan.
Kolaborasi Akuntansi, Kimia, dan Manajemen dalam MBPC 2026 sekaligus menunjukkan ruang kontribusi mahasiswa lintas disiplin dalam menjawab persoalan lingkungan melalui pendekatan kewirausahaan. Limbah tidak hanya dipandang sebagai residu, tetapi sebagai sumber daya yang dapat diberi nilai baru melalui inovasi, perencanaan bisnis yang terukur, dan prinsip ekonomi sirkular.
Tentang MEGAMIC Business Plan Competition 2026
MEGAMIC Business Plan Competition 2026 merupakan kompetisi rencana bisnis tingkat nasional yang diselenggarakan Himpunan Mahasiswa Jurusan Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Islam Sultan Agung Semarang. Kompetisi terdiri atas tahap seleksi proposal dan Grand Final presentasi, dengan peserta mahasiswa aktif dari perguruan tinggi di Indonesia. MBPC 2026 mengusung tema “Creating Innovative and Competitive Business Ideas for Future Opportunities”.
Rafa Tamlikha Efendi
(S1 Akuntansi, Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro)







