TK-PAUD ZAMZAM Gelar Parenting Sebelum Bagi Raport

  • Whatsapp
Ibu Guru TK-PAUD ZAMZAM memberikan penjelasan kepada Ibu/Bapak wali murid sebelum pembagian hasil proses pendidikan. (Foto : NI)

BIREUEN, IN.ID | Pembagian raport (Hasil Proses Pendidikan) di Taman Kanak-Kanak TK-PAUD ZAMZAM Geudong-Geudong Bireuen Kecamatan Kota Juang Kabupaten Bireuen, Sabtu (15/1/2022) sukses.

Sebelum pembagian raport diwarnai dengan parenting bersama wali murid sehingga adanya perbedaan nuansa dengan penerimaan rapor di Sekolah Dasar (SD) yang langsung diserahkan.

Bacaan Lainnya

Emi Rohana salah seorang Pendidik di TK-PAUD kepada awak media di sela-sela prosesi kegiatan menyebut, sasaran dari kegiatan program parenting yaitu orangtua dari peserta didik TK/PAUD ZAMZAM yang melibatkan proses pengasuhan anak di dalam keluarga dilaksanakan dengan Santai sebelum penyerahan rapor.

Proses pelaksanaan program parenting di PAUD ZAMZAM dengan menggunakan metode diskusi, ceramah dan tanya jawab dengan materi terkait pertumbuhan dan perkembangan anak, strategi mendidik dan mengasuh anak bagi orangtua di dalam keluarga semakin bertambah erat rajutan tali silaturrahmi antara pihak pendiddik dengan orangtua anak didik.

Yang menarik, partisipasi orangtua berupa peserta dalam kegiatan program parenting adalah semua orangtua yang mengambil hasil proses pendidikan anak (Raport) sangat tertip dan ceria meskipun ada sebagian orangtua yang masih belum mengikuti kegiatan.

Hasil pengamatan media ini prosesi pelaksanaan pembagian hasil pendidikan langsung dipandu oleh Kepala TK, dewan guru dan tidak ketinggalan wali murid. Pembagian raport dilaksanakan di dalam gedung TK, walaupun ruang yang tidak begitu luas tetapi ibu-ibu cukup senang dan berseri-seri.

Sejumlah tenaga pendidik dan kependidikan di TK/PAUD ZAMZAM menyebutkan, pembagian raport di TK / PauD ZaMZam ini menandakan bahwa proses pembelajaran pembinaan sudah berjalan enam bulan.

Namun perlu diketahui bahwa pendidikan di TK berbeda dengan pendidikan di SD. Pembelajaran untuk anak usia dini pada hakekatnya adalah pembelajaran yang berorientasi bermain (belajar sambil bermain dan bermain untuk belajar).

Disebutkan, prosesi kegiatan pembelajaran berorientasi perkembangan yang lebih banyak memberi kesempatan kepada anak untuk dapat belajar dengan cara-cara yang tepat. (NI/Red)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.