Tokoh Masyarakat Sesali Sikap Tebang Pilih Sat Pol PP dalam Razia Miras

  • Whatsapp
Foto: Salah satu baner yang berisi tuntutan kepada pemerintah dan pihak berwajin untuk melakukan penutupan Mr Ball Lounge and Billiard

SUMENEP, IN.ID|Satuan Polisi Pamong Praja (Sat Pol PP, red) dalam melakukan razia terhadap salah satu rumah kos di Jalan Adhirasa, Kecamatan Kota Sumenep dalam rangka Kabtibmas, terkesan tembang pilih.

Pada razia beberapa hari lalu tepatnya pada tanggal 16 Seotember 2022, Sat Pol PP berhasil menemukan sisa botol minuman keras (Miras) di atas lemari dan sekitar dua krat di depan kamar kos, dalam temuan tersebut Sat Pol PP juga mengamankan sedikitnya tiga orang penghuni kos, satu orang laki-laki dan dua orang perempuan.

Bacaan Lainnya

Ketiga muda-mudi penghuni rumah kos tersebut selanjutnya digelandang ke kantor Satpol PP untuk dilakukan pendataan dan penyelidikan. Terkait penemuan miras di kamar kosnya.

Menurut Ketua Laskar Pembela Islam (LPI) Husen Satriawan menilai, tindakan razia Sat Pol PP itu sebagai sesuatu yang tebang pilih, sebab sebagai penegak Perda Sat Pol PP seharusnya melakukan tindakan yang sama kepada setiap orang, warung, maupun cafe yang memiliki dan mengedarkan miras.

“Saya menilai langkah dan tindakan pihak Sat Pol PP diduga kuat ada tembang pilih, karena tidak melakukan tindakan penegakan perda secara sistematis, dimana kabupaten Sumenep masih banyak warung, kafe yang melakukan jual beli barang beralkohol tinggi”, terangnya.

Ditambahkan Ketua LPI, sampai saat ini Sat Pol PP belum melakukan tindakan menutupan terhadap Mr Ball Lounge and Billiard yang diduga tetap mengedarkan miras.

“Jika tujuan Kamtibmas harusnya, jangan tebang pilih penindakannya, sementara yang diduga kuat nyata nyata tempat hiburan Mr. Ball melakukn trangsaksi miras tidak dilakukan tindakan“, tegas Husein dalam wawancaranya, Selasa 20/09/2022.

Lebih lanjut disampaikan Husein Satriawan banyak masyarakat sekitar lokasi yang mengeluhkan keberadaan Mr Ball yang dianggap sangat meresahkan, sementara surat peringatan yang ke tiga kalinya dikeluarkan oleh Sat Poll PP terhadap Mr Ball terkait peredaran miras. Publik belum pernah ditunjukkan satupun bukti penyitaan miras dari Mr Ball, seperti yang dilakukan di rumah kos.

Harusnya cafe Mr Ball juga dilakukan Razia, karena saya mendengar beberapa informasi diduga masih tetap mengedarkan miras, kan itu dapat melanggar poin-poin dalam teguran ketiga kalinya”, papar Ketua LPI.

Ditambahkannya bahwa menurut Ketua LPI bersama masyarakat mendesak Pemkab dan kepolisian agar melakukan penutupan terhadap Mr Ball, melalui aspirasi pemasangan baliho di beberapa titik.

“Kami bersama masyarakat melakukan desakan pada pemerintah dan penegak hukum agar melakukan penutupan melalui pesan tertulis di baliho yang terpanmpang jelas”, tambah Husen panggilan akrab Ketua LPI.

Selain itu, pihaknya juga mengingatkan jika dalam waktu dekat belum dilakukan langkah penutupan oleh pihak terkait. LPI Sumenep bersama beberpa ulama’ lainnya akan melakukan demontstrasi untuk mendesak pemerintah setempat.

“Jika pemerintah dan aparat penegak Perda tetap melakukan pembiaran, Ulama’ dan masyarakat yang akan melakukan penutupan sebab keberadaan Mr. Ball mengganggu kondusifitas masyarakat serta menimbulkan kekhawatiran akan moralistas anak-anak muda di Sumenep,” tandasnya. (Tf/ImK)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *