Untuk Kemajuan Kabupaten Adalah Tanggung Jawab Bersama

  • Whatsapp

BENER MERIAH, IN.ID | Dalam sejarahnya kabupaten Bener Meriah berdiri sejak tahun 2003 berdasarkan UU Nomor 41 tahun 2003 tentang pembentukan kabupaten Bener Meriah dan diresmikan langsung oleh Menteri Dalam Negeri pada tanggal 7 Januari 2004. Maka sejak saat itu Bener Meriah tercatat menjadi salah satu kabupaten di Provinsi Aceh.

Dalam dekade yang demikian begitu singkat, kabupaten Bener Meriah sudah mencatat pemimpin di kabupaten tersebut sebanyak 10 orang atau pernah dipimpin 10 Bupati.

Bacaan Lainnya

Mari kita lihat para pemimpin yang pernah memimpin kabupaten penghasil kopi tersebut, untuk pertamakali, setelah dibentuk menjadi kabupaten, Kabupaten Bener Meriah dipimpin oleh pejabat Bupati yang ditunjuk oleh Gubernur Aceh Husni Bahri TOP, SH, MH, MHum untuk periode tahun 2004 sampai dengan tahun 2005.

Setalah mengakhiri masa jabatannya, Husni bahri TOP digantikan Drs. M. Saat Isra sebagai pejabat Bupati Bener Meriah yang sebelumnya juga merupakan Sekretaris daerah Kabupaten Bener Meriah, dengan masa jabatan tahun 2005 sampai dengan 2006.

Satu tahun berjalan M. Saat Isra menjadi pejabat Bupati Bener Meriah, Gubernur Aceh menggantikan kembali pejabat Bupati Bener Meriah dari Drs. M. Saat Isra kepada pejabat Bupati yang baru Ir. Ruslan Abdul Gani, Dipl, SE untuk mejadi Bupati kabupaten Bener Meriah periode tahun 2006 sampai dengan tahun 2007, sekaligus sebagai pejabat Bupati Bener Meriah pertama sekali yang bertanggung jawab untuk mesukseskan pemilihan kepala daerah di kabupaten tersebut.

Tahun 2007, untuk kali pertama kabupaten Bener Meriah memiliki seorang Bupati dan wakil Bupati secara definitif dari hasil Pilkada yang dilakukan di daerah tersebut, mereka adalah Ir. H. Tagore Abubakar dan Sirwandi Laut Tawar, S.Mik, S.Sos untuk periode tahun 2007 sampai dengan 2012.

Lewat tangan dingin Tagore sebagai Bupati Definif untuk pertama, Kabupaten Bener Meriah mulai melakukan pembangunan yang sampai hari ini masih melekat di ingatan seluruh masyarakat kabupaten Bener Meriah.

Dalam persiapan Pilkada yang kedua di kabupaten Bener Meriah, dan dikarenakan Bupati mengikuti kembali pemilihan kepala daerah, Gubernur pemerintah Aceh kembali menunjuk seorang pejabat Bupati di Bener Meriah, untuk kurun waktu yang singkat dari bulan Maret tahun 2012 sampai dengan Juli tahun 2012 sedangkan pejabat yang ditunjuk adalah Drs. T. Islah, M.Si.

Dari hasil Pilkada kedua Bener Meriah kembali dipimpin oleh Bupati Definitif Ir. Ruslan Abdul Gani, Dipl, SE dan Rusli M. Saleh. Tetapi kepemimpinan Bupati pilahan kedua rakyat tersebut tidak semulus Bupati periode pertama, di tengah perjalanan beliau tersandung kasus hukum dan akhirnya harus diteruskan oleh seorang Plt Bupati yang ditunjuk oleh Gubernur Aceh Drs. Hasanuddin Darjo, MM untuk periode 28 Oktober 2016 sampai dengan 11 Februari 2017.

Pada periode 12 Februari 2017, Plt Bupati kembali berganti dari Hasanuddin Darjo kepada seorang Plt. Bupati yang juga mantan wakil Bupati kedua secara definitif di Bener Meriah Rusli M. Saleh, untuk masa jabatan 12 Februari 2017 sampai dengan 13 Juli 2017, juga tercatat sebagai Plt Bupati yang mensukseskan Pemilihan kepala Daerah ketiga di kota tersebut.

Kabupaten Bener Meriah kembali memiliki Bupati secara definitif dari hasil pemilihan Kepala Daerah ketiga di kabupaten tersebut, dan kali ini kontestasi pemilihan kepala daerah Bener Meriah dimenangkan oleh pasangan Ahmadi, SE dan Tgk. Sarkawi sebagai Bupati dan wakil Bupati defintif ketiga atau sebagai Bupati ke-9 dan wakil Bupati ke-3 di kabupaten Bener Meriah.

Tetapi masyarakat kembali kecewa karena Bupati pilihan hasil pemilihan langsung oleh masyarakat Kabupaten Bener Meriah, kembali tersandung kasus hukum sama seperti Bupati definitif kedua atau Bupati ke-6 di kabupaten Bener Meriah. Yang lebih menyedihkan lagi baru genap satu tahun menjabat sang Bupati harus meninggalkan jabatannya. Tepat pada bulan April tahun 2019, Gubernur Aceh menggangkat Tgk. Sarkawi dari Wakil Bupati (Plt. Bupati) Bener Meriah untuk menjadi Bupati Definitf ke-4 atau Bupati ke-10 di kabupaten Bener Meriah.

Dari sekian panjang perjalanan kepemimpinan kabupaten Bener Meriah dan dari dekade 19 tahun Kabupaten Bener Meriah ada, sudahkah kabupaten Bener Meriah menjadi sebuah kabupaten yang maju dan berkembang ?

Mungkin ini sudah menjadi pertanyaan banyak masyarakat yang ada di kabupaten tersebut, dan jawaban yang kita inginkan hari ini adalah, sudah benar-benarkah pemimpin merasa memiliki, mencintai Bener Meriah ?

Melihat kondisi politik yang menghangat membuat masyarakat menjadi pesimis akan kemajuan Bener Meriah yang menjadi dambaan dan impian masyarakat menjadi nyata. Masyarakat butuh bukti nyata dari sebuah kegiatan bukan slogan atau visi misi sewaktu kampaye saja.

Masyarakat sudah selayaknya merasakan pembangunan yang nyata untuk kemajuan kota yang dicintai. Masyarakat rindu akan tangan dingin seorang pemimpin yang benar-benar merasa memiliki dan mencintai daerah ini.

Kini Bupati ke-10 atau Bupati ke-4 secara definif di kabupaten Bener Meriah hanya tersisa menghitung bulan akan mengakhiri masa jabatannya. Masyarakat sangat berharap di sisa masa jabatan sang Bupati dan Wakil Bupati ini, mereka meninggalkan sejarah dan cerita indah sebuah pembangunan dan kemajuan kabupaten Bener Meriah. Masih banyak PR dan janji kampaye yang belum terlaksana. Bupati dan Wakil Bupati Bener Meriah harus kerja ekstra guna tercapainya apa yang ingin diharapkan.

Rasa cinta dan memiliki adalah sebuah kata yang menjadi penyemangat. Kemajuan Bener Meriah adalah tanggung jawab kita bersama, pemimpin sebagai eksekutor dan para wakil rakyat adalah pemberi masukan dan ide untuk kemajuan dan perkembangan kabupaten Bener Meriah.

Mari saling bahu membahu untuk pencapaian yang terbaik di kabupaten ini, kesampingkan ego dan kepentingan untuk sebuah kemajuan.

Seperti bait lagu seniman Gayo Sakdiah “Bener Meriah Majumi maju”, itu merupakan ilustrasi harapan masyarakat yang disampaikan dalam bentuk karya seni, yang menjadi dambaan dan harapan. Kalaupun tidak mampu melampaui kabupaten induknya Aceh Tengah paling tidak menyamai kabupaten yang merupakan kakak tertua dari kabupaten Bener Meriah.

Pemerintah harus siap untuk merangkul siapa saja yang punya pemikiran untuk kemajuan dan ide pembangunan bahkan dari lawan politik sekalipun kalau itu memang baik dan benar harus ikhlas dan rela diterima. Membuat sebuah ruang diskusi bagi para penggiat yang ada di kabupaten Bener Meriah agar apa yang ada di dalam pemikiran mereka tersampaikan. Agar tidak ada lagi yang merasa dekat dan jauh, semua penggiat memiliki rasa, pemikiran dan tanggung jawab sama untuk sebuah kata yaitu kemajuan Bener Meriah.

Selasa, 5 April 2022, Redelong.
Tulisan singkat dari seorang masyarakat yang cinta Bener Meriah dan juga pemerhati kabupaten Bener Meriah, yang saat ini berprofesi sebagai seorang jurnalis : Chaidir Toweren

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.