7 Tahun Berlalu, Kasus Dugaan Korupsi Masih Buram

  • Whatsapp

SUMENEP, IN.ID | Penyidikan kasus korupsi gedung Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sumenep yang dilaporkan sejak Tahun 2015 belum final secara hukum.

Dari hasil penyelidikan dan penyidikan, Polres Sumenep menetapkan tiga tersengka diantaranya Iman Mahmudi, Ary Broto dan Mushi Al Qidiri, akan tetapi pihak Kejaksaan Negeri Sumenep masih mengemblikan hasil penyidikan tersebut ke Polres Sumenep.

Bacaan Lainnya

Menurut Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Sumenep Trimo melalui Kasi Pidana Khusus (Pidsus) Dony Suryahadi Kusuma mengatakan, perkara tersebut sudah lama, terakhir pengembalian berkas pada bulan Januari 2022.

“Kami selaku jaksa meminta pihak penyidik memenuhi berkas yang belum terpenuhi”, tutur Kasi Pidsus.

Sementara berkaitan isu bolak-balik berkas tersebut bukan adanya petunjuk baru, tetapi memang petunjuknya yang tidak terpenuhi oleh pihak penyidik.

“Pihak kejaksaan baru satu kali mengembalikan dan memberikan petunjuk pada penyidik untuk melengkapi berkas tersebut,” tambah Doni Rabu (1/6/2022) kenarin di kantornya.

Ditambahkanya pihaknya menuturkan, sejak berkas dikembalikan pada 31 Januari 2022 lalu, hingga saat ini belum masuk lagi ke Kejari. Sehingga dipastikan berkas itu masih ada di Polres Sumenep. Mengenai petunjuk jaksa atau yang harus dilengkapi Polres Sumenep terdapat beberapa item yang harus dilengkapi.

“Intinya, berkas tersebut tidak lengkap. Maka jaksa wajar mengembalikan berkas itu kepada pihak pemyidik Polres, sebelum semuanya lengkap atau istilahnya P 21 tidak dapat dilakukan dakwaan terhadap tersangka”, paparnya.

Dikonfirmasi terpisah, Kasi Humas Polres Sumenep AKP Widiarti S menyampaikan bahwa berkas itu dikembalikan ke Polres Sumenep karena ada tambahan petunjuk jaksa lagi.

Menurut mantan Kapolsek Sumenep Kota ini, setiap ada petunjuk dari jaksa harus segera dipenuhi dan diserahkan kembali ke Kejari Sumenep. Sebab, banyak berkas yang harus dipenuhi.

“Hari Selasa atau paling lama Hari Rabu penyidik akan memenuhi Berkas tersebut, dan akan mengembalikannya ke Kejari,” ucapnya kepada awak media, Jumat (3/6/2022).

Pihaknya berharap semoga saja setelah dikembalikan lagi ke Kejari nanti tidak ada kekurangan alias bisa P 21.

“Harapan kami selaku penyidik dengan petunjuk Kejaksaan Negeri bisa lengkap dan tidak kembali lagi ke polres sehingga kasus ini segera tuntas,” pungkas AKP Widi.

Dengan terseretnya tiga tersangka dengan dugaan korupsi terkait pembangunan gedung Dinas Kesehatan (Dinkes) Sumenep yang dibangun pada tahun 2014 dari APBD Sumenep senilai Rp. 4,5 miliar.

Kendatipun Imam Mahmudi salah satu yang ditetapkan sebagai tersangka oleh Polres Sumenep pada akhir bulan Oktober 2019, kuasa hukum tersangka membantah bahwa yang bertanggung jawab atas proyek itu adalah pemenang tendernya, yaitu PT Wahyu Sejahtera Bersama, dan penerima kuasa pelaksananya Muhsi Alqodri.

Dengan penetapan tersangka terhadap Iamam Mahmudi, melakukan praperadilan yang diajukan tersangka Imam Mahmudi. Akan tetapi hakim ketika membacakan amar putusan praperadilan menolak bahwa dalil yang diujikan pemohon tidak terbukti, maka Imam Mahmudi sebagai tersangka yang dilakukan Polres Sumenep sudah sesuai prosedur. (ImK/Red)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.