Diduga Proyek Irigasi di Desa Pakuniran Tanpa Pondasi

  • Whatsapp

PROBOLINGGO, IN.ID | Pembangunan saluran irigasi di desa Pakuniran Kecamatan Pakuniran Kabupaten Probolinggo Jawa Timur diduga mengabaikan Undang-undang Keterbukaan Informasi Publik (KIP) nomor 14 tahun 2008 dan Peraturan Presiden (Perpres) nomor 70 tahun 2012 tentang Perubahan Kedua atas Perpres nomor 54 tahun 2010 tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah.

Pasalnya, pengerjaan pembangunan proyek irigasi sepanjang 200 meter yang bersumber dari Dana Desa Tahun Anggaran 2022 tahap pertama tersebut tidak memasang plang papan nama proyek.

Bacaan Lainnya

Lebih dari itu hasil investigasi Awak Media di lokasi pengerjaan proyek ditemukan bahwa pembangunan irigasi tersebut tidak ada galian pondasi, kuat dugaan pembangunan tersebut tidak sesuai Rancangan Anggaran Belanja (RAB), sehingga pembangunan tersebut disinyalir tidak akan tahan lama, Minggu, (10/04/2022).

Saat mengkomfirmasi Pendamping Lokal Desa (PLD) Pakuniran membenarkan bahwa memang tidak ada galian pondasi pada pembangunan saluran irigasi tersebut.

“Karena ketinggiannya hanya 80cm, nanti akan dirabat 30cm dan keatasnya 50cm, biasanya kan tidak ada rabat/lantai , kalau ini nanti dikasik lantai dan keatasnya itu 50cm, di kasik batu lalu dicor”, Jelasnya kepada Awak Media di lokasi proyek.

Sementara itu, Imron Rosyadi selaku Camat Pakuniran menyampaikan akan memberikan teguran kepada Pemerintah Desa yang tidak memasang papan nama saat  dilaksanakan.

“Saya akan menegur Kepala Desa agar segera memasangnya pak”, jelasnya melalui pesan singkat WhatsApp. (Qosim/Red)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.