Handayani Minta Oknum Kades Dihukum Seberat-beratnya

  • Whatsapp

SUMENEP, IN.ID | Terkait kasus dugaan penganiayaan yang menyeret salah satu nama Kepala Desa (Kades) yang berada di kecamatan Pragaan, kabupaten Sumenep, Jawa Timur, kembali mencuat. Pasca putusan oleh Pengadilan Negeri (PN) Sumenep, Oknum Kades diketahui Naik Banding.

Hal tersebut, terlihat dari link Pengadilan Negeri (PN) Sumenep, dengan nomor perkara 191/Pid.B/2021/PN Smp dengan terdakwa Mukhlisin Bin Moh. Alwi dengan status perkara saat ini yaitu Pemberitahuan Naik Banding.

Bacaan Lainnya

Kepada media ini, Korban penganiyaan (Sri Handayani, Red) berharap pelaku mendapat hukuman yang setimpal,
“Saya atas nama korban penganiayaan merasa kecewa dan tidak terima terhadap putusan naik banding yang hanya lima bulan saja. Menurut saya, hukuman lima bulan tersebut tidak setimpal dengan perbuatannya kepada saya,” kata Sri Handayani, pada Jum’at (06 Mei 2022)

“Satu, Pencemaran nama baik saya. Kedua, membuat muka saya luka dan memar,” tambahnya.

Menurut Handayani, akibat dari perbuatannya itu nama baiknya hancur bahkan diolok-olok sebagai wanita yang tidak benar termasuk anaknya yang saat ini malu bermain dengan teman-temannya.

“Anak saya tidak bisa bermain lagi dengan teman-temannya karena malu, termasuk saya yang diolok-olok sebagai wanita tidak benar,” imbuhnya.

Dia berharap, agar pelaku mendapatkan hukuman yang seberat-beratnya, akibat dari perbuatannya. Menurutnya, hal tersebut sebagai pelajaran besar tentang keadilan antara masyarakat kecil dengan orang yang mempunyai pengaruh.

“Harapan saya, dibanding ini saya mendapatkan Keadilan. Saya percaya bahwa masyarakat kecil seperti saya juga berhak mendapatkan keadilan.” pungkasnya.

Sebelumnya, Sri Handayani, mendapat tamparan oleh terdakwa karena diduga menjadi pemeran video syur di salah satu konten video. Dia mengelak dan Mukhlisin Bin Moh. Alwi menampar. Akibat dari kejadian tersebut Handayani mengalami memar kemerahan pada kelopak mata kiri sampai ke pipi sebelah kiri diduga bersentuhan dengan benda tumpul, sebagaimana Visum Et Repertum nomor : 445/488/435.102.115/XII/2020, tanggal 25 Desember 2020 yang dibuat dan ditandatangani oleh dr. Arini Farika Sari sebagai Dokter UPT Puskesmas Pragaan Kabupaten Sumenep. (Ifn/Red)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *