Imapres Slogohimo Gelar Malam Tirakatan

  • Whatsapp

WONOGIRI, IN.ID | Hujan mengguyur deras sejak sore lalu mereda jelang digelarnya malam tirakatan HUT Kabupaten Wonogiri ke-281 di pendapa Kecamatan Slogohimo (Kamis, 18/5).

Hujan tidak menyurutkan tamu undangan mengikuti malam tirakatan yang dilanjutkan Sarasehan Budaya dengan tema ‘Cerita Rakyat sebagai Filter Budaya‘.

Bacaan Lainnya

Sarasehan Budaya yang digelar Imapres (Ikatan Mahasiswa Berprestasi) atau mahasiswa yang mendapat beasiswa dari APBD Kabupaten Wonogiri bekerjasama dengan pemerintah Kecamatan Slogohimo, berlangsung lancar dan mendapat apresiasi positif dari peserta.

Imapres Kecamatan Slogohimo selalu kreatif dan tahun lalu menjadi yang terbaik se Kabupaten Wonogiri. Kreatifitas dan kekompakan itulah nilai lebih dari mereka. Kali ini menampilkan malam tirakatan dan sarasehan budaya yang tampaknya juga satu-satunya acara Imapres di Kabupaten Wonogiri,” ungkap Abimanyu, Ketua Imapres Kabupaten Wonogiri.

Bagi Kecamatan Slogohimo, malam tirakatan HUT Kabupaten Wonogiri ke-281 kali ini juga menjadi acara satu-satunya kecamatan yang menggelar malam tirakatan karena memang tidak ada instruksi dari Pemkab.

“Kita mengakomodir semangat Imapres yang peduli pada budayanya maka kita gelar acara ini. Potensi seni budaya dan terbitnya buku cerita rakyat di Kecamatan Slogohimo layak diapresiasi dan kedepan akan disiapkan kelanjutan agenda budaya. Syukur tiap selapan dina sekali pendapa kecamatan menjadi ajang pentas seni pertunjukan dari tiap desa/kelurahan maupun kelompok seni,” tutur Agus Pramono, Camat Slogohimo.

Sarasehan Budaya yang membahas cerita rakyat dengan pemateri Kun Prastowo, penulis buku cerita rakyat ini mengulas pentingnya cerita rakyat sebagai filter budaya asing yang kian gencar invasi ke seantero nusantara.

“Keprihatinan akan invasi budaya asing terhadap generasi milenial yang setiap hari disanding perlu dilakukan upaya tersetruktur agar generasi muda tidak tercerabut dari akar budayanya. Dengan cerita rakyat inilah kita mencoba menyiapkan filter agar generasi kita tetap paham keindonesiaan dan senantiasa kenal budayanya,” papar Kun Prastowo.

Kun Prastowo telah menerbitkan empat buku cerita rakyat di Kecamatan Slogohimo, diantaranya: Watusomo, Umbul Naga, Sendang Rau dan Samparmega.

Tiap buku berisi tiga hingga empat cerita rakyat dari desa/kelurahan yang ada di Kecamatan Slogohimo Kabupaten Wonogiri. (KP)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.