Kang Kendar Apresiasi KSAD Masukan Adik Alm Sertu Eka ke Akmil

  • Whatsapp

JAKARTA, IN.ID | Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Dudung Abdurachman memastikan akan memasukan adik dari Sertu Eka Andriyanto Hasugian ke Akademi Militer (Akmil) Magelang, Jawa Tengah. Saat ini, adik laki-laki Babinsa Meagaima Ramil 1702-05/Kurulu Kodim 1702/JWY itu tengah duduk di bangku kelas 3 SMA.

Sertu Eka dan sang istri Sri Lestari Indah Putri merupakan korban tewas diduga serangan yang dilancarkan oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Kabupaten Yalimo pada Kamis 31 Maret 2022.

Bacaan Lainnya

“Adiknya Sertu Eka, laki-laki kelas 3 SMA akan saya masukan ke Taruna. Supaya cepat nantinya akan membantu ponakan-ponakan,” ucap Dudung di Sidoarjo Jawa Timur, Senin (4/4/2022).

Dalam kunjungan kerjanya itu, eks Pangdam Jaya ini menyempatkan untuk berziarah ke makam Sertu Eka dan sang istri. Sesudahnya, Jenderal Dudung beserta rombongan langsung menuju kediaman orang tua Sertu Eka dan anak laki-lakinya.

Di sana Dudung memastikan akan mengurus dan memastikan memberi fasilitas untuk adik almarhum Sertu Eka masuk Akmil

“Mohon doanya semoga Sertu Eka dan istrinya mendapat tempat yang layak di sisi Allah SWT dan anak yang ditinggalkan diberikan kekuatan. Seluruh jajaran TNI AD akan mendoakan,” katanya.

Tak hanya itu, KSAD juga menyempatkan diri untuk menjenguk anak almarhum yang dirawat di RSUD Soetomo pasca operasi jari tangannya. Jari anak laki-laki bernama Vino itu putus terkena sabetan senjata tajam.

Kang Kendar selaku ketua umum Ormas Barisan Pelopor Indonesia kembali memberi apresiasi dan dukungan kepada Kepala Staf TNI Angkatan Darat Jendral TNI Dudung Abdurahman yang akan memasukkan adiknya almarhum Sertu Eka masuk menjadi anggota TNI melalui jalur Akmil agar dapat membantu keluarga dari almarhum Sertu Eka atas jasa jasa almarhum Sertu Eka dalam pengabdian di Papua dan gugur menjadi korban keganasan KKB di Papua untuk itu Kang Kendar meminta kepada Kasad agar memberi tindakan tegas terhadap gerakan Kelompok Kriminal Bersenjata yang sudah bertindak brutal dan banyak memakan korban jiwa baik dari masyarakat maupun dari prajurit TNI dan Polri, sepantasnya KKB tidak lagi dijadikan saudara karena tindakannya sudah seperti terorisme yang menyerang tidak hanya terhadap anggota TNI namun juga korbannya menyasar kepada warga masyarakat asli Papua KKB sudah tidak pantas untuk diberikan ruang gerak di Papua jangan ada lagi korban dari pihak TNI, Polri dan masyarakat untuk menjadi kan Papua aman dan damai harus ada tindakan tegas dari TNI. Tegas kang Kendar. Wartawan Wiwin Hendra.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.