Ketua LPI Desak Polres – Pemkab Tutup Mr Ball Billiard & Lounge

  • Whatsapp

SUMENEP, IN.ID | Gelombang desakan penutupan terhadap tempat usaha yang diduga sering dijadikan tempat jual beli dan pesta miras secara bebas yaitu di Mr Ball Billiard and Lounge yang berada di Gedungan Timur, Gedungan, Kecamatan Batuan, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, terus berdatangan.

Kali ini, desakan penutupan datang dari Husin Setiawan selaku Ketua Laskar Pembela Islam (LPI) Sumenep. Ormas Islam ini mendesak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) dan Polres Sumenep segera melakukan tindakan tegas pada tempat tersebut yang telah nyata-nyata melakukan pelanggaran.

Bacaan Lainnya

“Jangan hanya retorika, kami ingin sesuatu yang nyata, bertindak! Sebagai pemegang kekuasaan tertinggi di Pemkab Sumenep, Bupati dan Kapolres Sumenep harus tegas. Tutup saja kalau memang sudah menyalahi aturan. Apalagi diketahui secara jelas dan terang terangan menjual miras dan dijadikan tempat pesta miras hingga larut malam,” ujar Aba Husin pada awak media, Rabu (18/05/2022).

Pihaknya menuturkan, sering kali mendengar keluhan dari masyarakat di sekitarnya Mr Ball yang merasa terganggu terhadap aktivitas tersebut, pasalnya jam bukanya hingga larut malam, dan musiknya sampai keras.

“Masyarakat sering mengeluh terhadap saya, lingkunganya dijadikan tempat jual beli dan peredaran Miras, malah nutupnya sampai larut malam,” terangnya.

Padahal miras sendiri, sudah dilarang peredarannya di Kabupaten Sumenep sebagaimana diatur dalam Perda Nomor 03 tahun 2002, pada pasal 21 yang berbunyi warung/toko atau tempat lainnya dilarang menyediakan minuman yang mengandung alkohol.

Dikatakan Husin, selama ini permasalahan tempat tersebut sudah menjadi perbincangan orang banyak. Termasuk juga tempat itu bukan hanya menyediakan minuman keras, tapi juga dijadikan tempat Dugem dengan bunyi musik yang keras untuk disajikan pada tamu yang datang.

“Jadi semuanya sudah jelas, Mr Ball ini memang harus ditindak tegas. Kami sebagai Ormas Islam sangat mendukung dan memberikan apresisai kepada Pemkab dan Polres Sumenep yang saat ini untuk melakukan penutupan,” jelasnya.

Namun menurut Pria yang juga sebagai Ketua Takmir Masjid Agung Sumenep ini, belum mendapatkan langkah yang serius oleh Pemkab Sumenep dan pihak Kepolisian untuk menindak tegas Mr Ball. Dalam Penindakan itu hanya berupa surat pernyataan untuk tidak mengulangi lagi.

Akibatnya, pengelola Mr Ball terlihat seperti tidak mengindahkan, sehingga muncul kembali keluhan masyarakat sekitar atas tempat tersebut dalam beberapa hari terakhir. Bahkan kata dia, pihak pengelola Mr Ball sudah lebih terang-terangan menyebarkan famplet promosi karaoke dan Miras.

“Harusnya Pemkab Sumenep dan Polres Sumenep tegas melakukan penindakan terhadap Mr Ball, karena ini sangat mengganggu masyarakat sekitar,” tegasnya.

Tentu jika peredaran miras di Mr Ball terus dibiarkan akan menimbulkan kekhawatiran yang serius dari masyarakat di Kabupaten Sumenep, secara umum dan khususnya masyarakat sekitar yang nota bene mayoritas beragama Muslim.

Menurutnya, hal ini sangat melanggar ketertiban umum dan dapat memicu tindakan penutupan paksa dari masyarakat. Husin juga mengingatkan, jika terus dilakukan pembiaran oleh Pemkab Sumenep dan Polres, Kami Laskar Pembela Islam (LPI) bersama masyarakat dan tokoh ulama Sumenep, tidak akan segan segan untuk melakukan upaya secara paksa melakukan tindakan penutupan.

Karena peredaran miras ini, sangat bertentangan dengan nilai-nilai kegamaan yang diyakini oleh mayoritas masyarakat di Kabupaten Sumenep.

“Jangan salahkan LPI, ulama dan masyarakat untuk melakukan tindakan penutupan sendiri jika terus dibiarkan,” tegas Aba Husin panggilan Akrabnya.

Diberitakan sebelumnya, Kasatpol PP Sumenep, Ach Laili Maulidy mengaku sudah melakukan pemanggilan terhadap pengelola Mr Ball. Laili juga menjelaskan, pada pemanggilan ini merupakan kedua kalinya, setelah sebelumnya sudah diberikan teguran dan membuat surat pernyataan untuk tidak melakukan kegiatan menjual belikan miras secara bebas di tempat usahanya. (ImK/Red)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.