Komisi 3 DPRD Surakarta Sidak Tumpukan Sampah Longsor di Putri Cempo

  • Whatsapp

SURAKARTA | IndependentNews.id | Musim hujan dan banjir serta tanah longsor menghantui masysrakat. Tidak terkecualikan timbunan sampah yang berada di Tempat Pembuangan Sampah (TPS) Putri Cempo Mojosongo Surakarta baru ini mengalami longsor, sehingga mengganggu aktifitas warga Jantirejo Mojosongo yang berdekatan dengan lokasi pembuangan sampah.

Longsornya gundukan sampah setinggi 20 meter memanjang di Blok B sempat menutup akses jalan yang merupakan satu-satunya keluar masuk jalan perkampungan, membuat Komisi 3 DPRD Kota Surakarta melakukan sidak di lokasi pada Kamis siang baru lalu.

Bacaan Lainnya

Rombongan Komisi 3 yang dipimpin Taufiqurrahman dan YF.Sukasno beserta rombongan terjun mengecek sekaligus memberikan arahan kepada petugas Dinas Lingkungan Hidup Surakarta UPT Sampah di Putri Cempo Surakarta.

Wakil rakyat yang melihat di lokasi dibuat kaget sekaligus prihatin karena longsornya timbunan sampah dipastikan dapat mengganggu aktifitas warga Jantirejo untuk bisa keluar masuk menuju ke perkampungan karena jaraknya  memang berdekatan dengan TPA Putri Cempo Surakarta.

YF.Sukasno ketika berada di lokasi lonsornya tumpukan sampah langsung meminta kepada petugas DLH Surakarta yang membidangi pengelolaan sampah.agar mengusahakan alat berat untuk menggeser longsornya gundukan sampah kesisi lain sehingga akses jalan bagi warga Jantirejo dapat normal kembali.

Wakil Rakyat yang duduk di Komisi 3 itu juga menyarankan kepada petugas DLH untuk menghitung sewa alat berat berikut ongkos tukangnya untuk penganggaran ke pemerintah.

Sukasno belum mengetahui kapan penanganan longsornya gundukan sampah tersebut akan dimulai petugas DLH, karena masalah teknis di lapangan tergantung DLH.

Secara terpisah, Edy Seksi TPA Putri Cempo yang juga DLH Surakarta mengatakan, pihaknya segera berusaha menggeser longsornya gundukan sampah ke tempat lain meski hanya memiliki satu alat berat.

Satu alat berat tersebut memang secara rutin dipergunakan menggeser tumpukan sampah, karena dalam sehari kedatangan sampah sekitar 300 ton, ucap Edy mengatakan tentu menggunakan alat berat tersebut secara bergantian.

“Mengenai sewa alat berat dan ongkos tukang, pihaknya belum mengetahui kapan akan disusun rencana anggaaran biayanya, mengingat perlu koordinasi dengan Pimpinan Baru,” ucapnya. [pakdesri]

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *