MALANG, IN. ID | Kembali tragis persoalan simpati dan empati para pendukung dan pencinta sepak bola di tanah air Indonesia, rasa cinta dan sayang yang melampaui batas alam sadar pertandingan dalam laga liga 1 meninggalkan duka mendalam dimana pasca pertandingan antara Arema FC dan Persebaya Surabaya, harus dibayar mahal dengan 127 nyawa.
Berdasarkan laporan komfrensi pers terkait kerusuhan supporter Arema FC dan Persebaya Surabaya di stadion Kanjuruan Malang Jawa Timur.
Peristiwa tersebut bermula sekitar pukul 21.58 WIB, saat pertandingan telah usai, saat para pemain dan official Persebaya Surabaya akan masuk ke ruang ganti dilempari para supporter aremania.
Selang beberapa menit kemudian tepatnya pukul 22.00 WIB, saat para pemain aremania dan official menuju kamar ganti pemain, supporrter Aremani FC turun ke lapangan menyerang pemain dan official, dan dilindungi oleh petugas keamanan, akan tetapi para supporter aremania terus menyerang dengan membabi buta, sehingga perintangan tidak dihiraukan, lalu petugas keamanan mengambil tindakan dengan menembakkan gas air mata.
Setelah tembakan gas air mata, para aremania yang berada di tribun membubarkan diri keluar stadion, pada saat itu pulah para petugas keamanan masuk kedalam loby serta standby di depan loby pintu VIP.
Di rasa situasi bisa diantisipasi tepat pukul 22.30. WIB, saat rombongan pemain dan official Persebaya Surabaya bergerak akan meninggalkan stadion Kanjuruhan Malang, dengan menggunakan Rantis dan pengawalan, suporrter aremania menghadang kendaraan yang ditumpangi pemain Persebaya dengan pagar besi pembatas jalur, serta melempari para pemain dan supporter dengan paving balok, kayu, batu, air meneral dan lain lain.
Akibat peristiwa tersebut, banyak korban luka dari para supporter dan aparat, korban luka dan sesak nafas dirawat di ruang media Stadion Kanjuruahan, karena tidak menampung korban luka dan sesak nafas maka selanjutnya korban dibawa ke RS Wava Husada, RS Hasta Husada serta rumah sakit lain dengan ambulance dan Yon Zipur, Truk Polres Malang.
Selain puluhan kendaran rusak berat dan dibakar sedikitnya 127 nyawa melayang di tempat kejadian serta 180 orang masih dalam perawatan di beberapa RS di Kabupaten Malang.
Juga ada dua anggota polri terbaik kita ikut menghembuskan nafas dalam aksi pengamanan pasca pertandingan Liga 1 Aremania FC dan Persebaya Surabaya, Sabtu 1 Oktober 2022. Yakni Bribka Andik Anggota Polsek Sumber Gempol Polres Tulung Agung Briptu Fajar Yoyok anggota Polsek Dongko Polres Trenggalek. (Tim)







