Oknum Bidan Desa Kalikajar Wetan Diduga Pungli

  • Whatsapp

PROBOLINGGO, IN.ID | Sungguh miris nasip SY warga Desa Kalikajar Wetan Kecamatan Paiton Kabupaten Probolinggo yang tergolong keluarga kurang mampu dan perlu perhatian pemerintah diduga dijadikan lahan bisnis oleh oknum bidan desa setempat.

Pasalnya, pada hari Sabtu,30 April 2022 lalu dimintai biaya sebesar Rp. 1.500.000 oleh oknum bidan desa setempat, sementara pihaknya masih terdaftar sebagai BPJS tenaga kerja.

Bacaan Lainnya

“Awalnya istri saya dimintai biaya Rp.1.500.000 oleh bu bidan mas, namun kami hanya sanggup membayar Rp.1.200.000 waktu itu, dan itu pun kami harus pinjam dulu kepada saudara dan tetangga, karena kami gak punya uang mas”, ungkap Miftahul Munir saat dikonfirmasi awak media di kediamannya.

Ditambahnya, bahwa biaya persalinan tersebut sebesar Rp. 1.500.000, bukan untuk bidan semua, tapi Rp.1.200.000 untuk disetorkan kepada puskesmas Jabung dan Rp.300.000- nya itu untuk bidan sendiri.

“Kebetulan setelah persalinan istri saya dirawat di rumah bu bidan, jadi selama biaya itu belum dilunasi, istri saya tidak diperbolehkan untuk pulang, ya bagaimana lagi pak, dengan terpaksa kami harus ngutang dulu untuk membayarnya”, lanjutnya suami SY.

Masih menurut suami SY, ada yang aneh di saat ke puskesmas Jabung mendapatkan penjelasan bahwasanya, bidan hanya menyetorkan Rp 600.000 an saja kepada puskesmas, sedangkan penjelasan bu bidan di saat meminta uang bahwa Rp 1.200.000 untuk dibayarkan kepada puskesmas.

“Saat saya mempertanyakan ke puskesmas membenarkan bidan membayar biaya persalinan sebesar Rp. 600.000,-‘ imbuhnya.

Di tempat dan waktu yang berbeda, kepala puskesmas Jabung membenarkan perihal tersebut bahwa benar bidan Arin menyetorkan biaya persalinan SY kepada puskesmas sebesar Rp.685.000 karena waktu itu pasien belum diketahui bahwasanya pasien masih terdaftar sebagai peserta BPJS aktif dan hal itu sudah sesuai perda, namun setelah diketahui bahwa pasien terdaftar sebagai peserta BPJS aktif, semua pembiayaan yang masuk ke puskesmas sebesar Rp. 685.000 tersebut kami langsung menyuruh bu bidan mengembalikan.

“Benar mas, bidan Desa Kalikajar Kecamatan Paiton melakukan penyetoran sebesar Rp. 685.000, namun biaya tersebut telah dikembalikan karena terdaftar di BPJS dan aktif“, jelasnya kepada awak media saat dikonfirmasi di ruangannya.

Saat disinggung mengenai dugaan praktek pungli biaya persalinan yang mengatasnamakan puskesmas, Kepala Puskesmas menjelaskan mengenai hal itu bidan yang bersangkutan mendapatkan Surat Peringatan (SP).

“Saya tegaskan apabila hal itu masih diulangi lagi perbuatannya saya pastikan tidak menutup kemungkinan akan ada tindakan tegas dari dinas kesehatan“, tegas dr. Yuniar. (Qosim)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.