Proyek Siluman Harus Ada Sanksi Tegas dari Aparat Terkait

  • Whatsapp

PROBOLINGGO, IN.ID | Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Republik Indonesia (PDTT RI), menegaskan bahwa penggunaan dana desa tidak bisa dilakukan dengan main-main, ini harus betul-betul dilakukan dengan hati-hati dan dengan penuh tanggung jawab.

Begitupun transparansi pengelolaan keuangan Dana Desa wajib dilakukan, guna memastikan bahwa desa dapat memenuhi prinsip akuntabilitas. Secara lebih spesifik, informasi publik diatur dalam Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik (KIP). Dalam hal ini, Desa menjadi salah satu institusi publik yang turut menjadi aktor dalam UU KIP tersebut.

Bacaan Lainnya

Karena pada dasarnya Program Dana Desa merupakan program pemerintah yang bertujuan untuk dapat lebih memajukan desa dan diharapkan bisa mensejahterakan Masyarakat. Bukan malah seperti menjadi ladang untuk mencari kekayaan pribadi.

Dalam hal ini, Seperti pembangunan Rabat Beton Jalan Desa yang terletak di Dusun Krajan Desa Tambak Ukir Kecamatan Kotaanyar Kabupaten Probolinggo, pembangunan yang bersumber dari Anggaran Dana Desa TA 2022 tahap pertama tersebut diduga tidak sesuai dengan Rancangan Anggaran Belanja (RAB), pasalnya mulai dari tahap awal pengerjaan hingga selesai tidak pernah memasang papan nama proyek, kuat dugaan ada unsur kesengajaan menutupi anggaran dan hal tersebut sudah jelas melanggar UU KIP, ditambah lagi dengan kondisi pengerjaan yang terlihat amburadul dan asal jadi.

Di saat awak media mengkonfirmasi kepada Sadi, Bendahara Desa Tambak Ukir membenarkan, bahwa “memang dalam pengerjaan proyek senilai Rp. 35.000.000,- dengan panjang 100 M tersebut tidak memasang papan nama proyek, namun untuk prasasti sudah dipesan,” terangnya saat ditemui di kediamannya, Sabtu sore (02-04-2022).

“Proyek tersebut ditangani sendiri oleh pak Pj dan untuk lebih detailnya sampean silahkan tanya ke Operator Desa, karena semua data ada di operator”, jelasnya menambahkan.

Sementara itu, Derisan Pjs Desa Tambak Ukir saat di datangi ke kediamannya sedang keluar dan saat dikonfirmasi melalui aplikasi pesan WhatsApp hanya di baca saja tanpa ada tanggapan konfirmasi kepada awak media hingga berita ini dinaikkan. (Qosim/Red)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *