Resmob Polres Sragen Berhasil Tangkap 4 Pelaku Copet

  • Whatsapp

SRAGEN, IN.ID | Aksi sindikat copet kembali digagalkan dan ditangkap jajaran Resmob Satuan Reserse Polres Sragen, Rabu (16/06/2022) malam.

Penangkapan sindikat copet lintas kabupaten ini terjadi berkat kecerdikan petugas setelah memperoleh informasi dari warga yang kehilangan handphone, hanya berselang beberapa jam saja.

Bacaan Lainnya

Dari penangkapan tersebut berhasil diamankan 4 orang tersangka dan 8 handphone diduga hasil kejahatan aksi pencopetan saat acara Pengajian Akbar peresmian gedung Madrasah Diniyyah Bughyatul Mustarsyidin di kelurahan Plumbungan, kecamatan Karangmalang Sragen.

Kapolres Sragen AKBP Piter Yanottama dalam keterangannya melalui Kasihumas AKP Suwarso menerangkan, pengajian yang dipimpin KH. Anwar Zahid dalam peresmian gedung Madrasah Diniyyah ini cukup banyak diikuti oleh para jemaah.

Diduga para pencopet ini memanfaatkan situasi banyaknya jemaah yang hadir saat pengajian Akbar ini diselenggarakan, sehingga mereka nekat melakukan aksinya melakukan pencopetan yang rata rata sebuah handphone.

Sebelumnya, jajaran Resmob juga telah melakukan penangkapan 6 tersangka copet yang beraksi di alun alun Sragen, saat penggelaran musik Kangen Band berlangsung.

AKP Suwarso menguraikan bahwa para pencopet yang tertangkap tersebut, merupakan sindikat aksi pencopetan yang terjadi, baik di alun alun Sragen, lokasi Gunung Kemukus serta pengajian Akbar yang digelar kali ini di kecamatan Karangmalang.

Sindikat copet yang berhasil di bekuk team Resmob kali ini terbagi menjadi dua kelompok. Masing masing kelompok terdiri dari 2 orang, yakni berinisial S asal Karangtengah Demak, K asal Pedurungan Semarang, P alias S asal Tanon Sragen dan SP asal Tanon Sragen.

Dari penangkapan tersangka copet lintas kabupaten ini, petugas berhasil mengamankan 8 handphone berbagai merk, dompet, tas ransel serta sepeda motor sebagai sarana.

“Keempat tersangka saat ini tengah menjalani pemeriksaan secara intensif di Mapolres Sragen.

Lanjut Suwarso, “Mereka bakal dijerat dengan sanksi pidana sebagaimana di maksud pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan (copet).“ (Vio Sari/Red)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *